JAKARTA – Kelompok Hamas menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menyerah sampai Negara Palestina resmi berdiri. Hal itu disampaikan sebagai respons atas pernyataan Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) untuk Timur Tengah Steve Witkoff.
“Perlawanan tidak akan berhenti dan senjata tidak akan diturunkan sampai hak-hak nasional kami sepenuhnya dipulihkan, terutama pendirian negara Palestina yang merdeka dan berdaulat penuh,” kata Hamas, dikutip Holopis.com, Minggu (3/8).
Kemudian terkait kelaparan yang saat ini sedang dirasakan masyarakat Gaza, Hamas mengatakan bahwa itu adalah ulah dari pemerintah Amerika Serikat. Hamas kemudian menuding Amerika Serikat sepeuhnya telribat dalam masalah kelaparan yang disengaja,
Amerika Serikat Klaim Hamas Sudah Mau Mengalah
Sementara itu, Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah, Steve Witkoff mengklaim bahwa Hamas sudah mau didemiliterisasi. Ia mengatakan pemerintahan Arab sudah mau menutut Hamas.
“Beberapa pemerintah Arab kini sedang menuntut Hamas untuk didemiliterisasi. Jadi, kita sangat, sangat dekat dengan solusi untuk mengakhiri perang ini,” kata Witkoff.
Sebelumnya, Witkoff mengunjungi Jalur Gaza pada Jumat (1/8). Dalam kunjungan tersebut, dia menginspeksi sebuah pusat distribusi bantuan yang kontroversial milik Gaza Humanitarian Foundation di Kota Rafah di Jalur Gaza selatan.
Sebagai informasi Sobat Holopis, Gaza saat ini sedang dilanda kelapran massal yang dikecam dunia itnernasional. Terlebih lagi kelaparan yang terjadi diakibatkan kesengajaan karena blokade dari Israel.
Setelah dikecam dan didesak dunia internasional, beberapa negara Barat saat ini sudah mengakui keberadaan Palestina. Pemerintah Israel juga didesak untuk melakukan pembicaraan gencatan senjata dengan Hamas.

