JAKARTA – Puluhan bangunan liar semi permanen di kawasan kolong flyover Jalan Tanjung Selor RT 15 dan 16/RW 06 Cideng, Gambir, atau belakang ITC Roxy Mas dibongkar. Ratusan petugas gabungan dan alat berat dikerahkan untuk membongkar bangunan tersebut.
Kepala Bagian Pembangunan dan Lingkungan Hidup (PLH) Jakarta Pusat, Martua Sitorus mengatakan, pihaknya membongkar puluhan bangunan semi permanen mengerahkan puluhan personel gabungan terdiri dari Satpol PP, PPSU, Pertamanan, Bina Marga, Sumber Daya Air (SDA) dan beberapa alat berat.
“Kami membersihkan puluhan bangunan liar yang sudah ditinggal penghuni. Mereka sudah direlokasi ke empat rumah susun di Jakarta secara bertahap pada bulan Desember 2024,” ujar Martua Sitorus, Senin (28/7).
Ia memaparkan, lahan kolong flyover Tanjung Selor, Cideng akan ditata menjadi ruang terbuka hijau oleh Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat.
“Kami akan membangun taman dan fasilitas pendukung lainnya agar warga tidak kembali menduduki lahan di kolong flyover Tanjung Selor,” paparnya.
Ia menjelaskan, bangunan liar di kolong flyover Tanjung Selor telah dihuni sejak tahun 1978.
“Awalnya, lahan di kolong flyover Tanjung Selor digunakan untuk tempat istirahat sementara oleh petugas kebersihan dan posko Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DKI. Namun, beralih fungsi menjadi puluhan hunian semi permanen,” jelasnya.
Sementara Camat Gambir, Andri Febrian memaparkan, pihaknya telah merelokasi sekitar 90 KK ber KTP DKI yang tinggal di kolong flyover Tanjung Selor ke empat rusun KS Tubun, Karanganyar, PIK 2 Pulogebang dan Jati Rawasari.
“Proses pemindahan warga ke beberspa rusun sudah clear. Mereka mendapat bantuan seperti gratis sewa enam bulan, anak anak dipindahkan sekolah yang dekat dengan rusun dan mendapat KJP dan sebagainya,” paparnya.
Ketua RT 15/RW 06 Cideng, Tini Setyaningsih bersuyukur warga yang terkena penataan di kolong flyover Tanjung Selor telah direlokasi ke rusun KS Tubun, Karanganyar, PIK 2 Pulogebang dan Jati Rawasari.
“Alhamdulilah, warga kolong flyover Tanjung Selor yang sudah didata dan memiliki KTP DKI Jakarta sudah direlokasi ke rusun untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak,” tambahnya.


