JAKARTA – Direktur Utama CV Quantitas Rezeki Semesta, Ria Aulia mengatakan bahwa PB HMI memiliki utang kepada perusahaannya sebesar Rp1,2 Miliar. Utang berasal dari layanan akomodasi tiket pesawat kepada kader dan pengurus organisasi hijau hitam tersebut saat menggelar Kongres ke- XXXII tahun 2023 di Pontianak.
“Terima kasih atas kedzoliman yang sudah dilakukan kepada usaha saya, QRS travel, keluarga saya, dan tim saya secara materiil dan immateriil,” tulis Ria di akun TikTok @qrsfashion seperti dikutip Holopis.com, Senin (28/7/2025).
Bahkan ia pun mengaku sudah mencoba menghubungi Ketua Umum PB HMI Bagas Kurniawan agar kasus utang pembayaran akomodasi tersebut segera dituntaskan. Namun ia mengatakan jika jawaban Ketum PB HMI periode 2023-2025 tersebut justru membuatnya semakin sedih.
“Saya coba hubungin ketum yang diangkat saat kongres pun ditanggapin secara tidak baik, dan tidak bersedia membayar dengan alasan tidak ada dana,” ujarnya.
Bukannya membantu menyelesaikan utang yang diakibatkan atas kepanitiaan Kongres PB HMI ke 32 tersebut, Ria menyebut jika Ketum PB HMI tersebut malah mempersilakan agar pihaknya mengaudit organisasi bentukan Lafran Pane itu.
“Dan meminta kami untuk audit HMI, bahkan sekedar bertatap muka tuk dapat kejelasanpun ditolak,” tuturnya.
Di sisi lain, ia juga mengaku memiliki semua bukti baik pemintaan akomodasi dengan pesanan tiket pesawat yang dilakukan secara mendadak, bahkan chat dirinya dengan Bagas Kurniawan pun masih disimpan dengan baik. Sebab kata dia, ada narasi yang tidak baik dari bos PB HMI tersebut terhadap dirinya dan perusahaannya.
“(ada bukti chat), namun perkataan beliau berbeda saat ditanya oleh beberapa senior ke beliau tapi dengan jawaban beragam: bilang perusahaan saya bodong (saya ada legalitas), sudah dibayar (bukti bayar ke saya tidak ada), tanggung jawab ketum demisioner (sedangkan chat ke saya tidak ada pernyataan itu namun langsung bilang tidak ada dana), tidak menerima data tagihan (di chat tidak meminta, hanya langsung bilang tidak bisa membayar, tidak ada dana,” jelas Ria.
Terkait invoice atas pembelian tiket untuk akomodasi tersebut, Ria mengaku telah menyerahkan seluruhnya kepada pengurus PB HMI demisioner agar segera diselesaikan.
“Data semua padahal sudah saya serahkan dari saat selesai pemesanan ke tim HMI yang ditunjuk/hard dan soft, ke bendum demisioner berbentuk softfile, ke bagian hukum timnya sendiri/hardfile dan ke senior-senior yang menghubungi beliau/softflie. Bukti itu semua sudah ditunjukkan ke beliau oleh mereka, bahkan saya minta bertemupun ditolak,” lanjutnya.


