Karhutla Makin Meluas Hingga ke Pulau Jawa

0 Shares

JAKARTA – Bencana karhutla (kebakaran hutan dan lahan) semakin meluas dan tak hanya terfokus terjadi di Pulau Sumatera sana sampai dengan saat ini.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, kejadian karhutla kali ini bahkan sudah terjadi di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur.

“Seluas 35 hektar hutan dan lahan di area Puthuk Elang yang berada di kawasan Gunung Arjuno terbakar. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (24/7).

Abdul menjelaskan bahwa pada Selasa (22/7) api sudah berhasil dipadamkan oleh BPBD Kabupaten Pasuruan bersama instansi terkait.

Laporan karhutla selanjutnya datang dari kebun sawit milik warga yang berada di Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara. Total 4 hektar lahan yang berada di dua kecamatan terbakar dengan rincian 3 hektar di Kecamatan Padang Bolak dan 1 hektar lainnya berada di Kecamatan Portibi.

Pada Selasa (22/7) api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Padang Lawas Utara, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, TNI-POLRI, serta masyarakat.

- Advertisement -

Di provinsi yang sama, kebakaran hutan dan lahan juga menghanguskan 10 hektar lahan di Desa Ponco Warno, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat pada Selasa (22/7).

BPBD setempat bersama TNI-Polri dan instansi lainnya segera melakukan pemadaman di lokasi sehingga api berhasil dipadamkan di hari yang sama.

“Penyebab kebakaran masih diselidiki hingga saat ini,” imbuhnya.

Kabupaten lain di Sumatera Utara yang mengalami karhutla adalah Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Labuhanbatu. Seluas 5 hektar di Kabupaten Simalungun terbakar.

Abdul menyebut bahwa BPBD Kabupaten Simalungun lakukan asesmen dan mengerahkan 2 unit mobil pemadam untuk melakukan upaya pemadaman. Api berhasil dipadamkan. Sementara di Kabupaten Labuhanbatu, lahan seluas 53 hektar di Desa Pasar Tiga, Kecamatan Panai Tengah terbakar pada Senin (21/7) sore.

“Api juga berhasil dipadamkan di hari yang sama,” ucapnya.

Sementara di Provinsi Sumatera Barat, api masih terus berkobar membakar hutan di Nagari Guguak Sarai, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, sejak Jumat (11/7).

Total luas lahan yang terbakar kurang lebih 41 hektar. Hingga kini, upaya pemadaman masih dilakukan oleh tim gabungan. Suhu udara yang panas dan tidak adanya hujan menjadi salah satu kendala upaya pemadaman.

“Menyikapi hal tersebut, pemerintah Kabupaten Solok menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya,” tuturnya.

Selain mendominasi di pulau Sumatera, karhutla juga terjadi di Pulau Kalimantan. Di Kabupaten Ketapang, lahan seluas 9 hektar terbakar pada Selasa (22/7).

Lahan diduga sengaja dibakar oleh warga dan meluas akibat cuaca panas yang terjadi di wilayah tersebut. Pemadaman segera dilakukan oleh BPBD Kabupaten Ketapang dan unsur terkait namun sempat dihentikan karena minimnya sumber air di lokasi.

Pada musim kemarau ini, Abdul mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap cuaca panas yang meningkatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi kering seperti karhutla dan kekeringan.

“Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran seperti pembukaan lahan dan pembakaran sampah guna menghindari kebakaran lahan,” imbaunya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU