Sabtu, 21 Feb 2026
BREAKING
Sabtu, 21 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Fenomena ‘Rojali’ Marak Lagi di Pusat Perbelanjaan

0 Shares

Pemerintah pun tidak bisa memaksakan masyarakat untuk wajib belanja di toko fisik. Prinsip dasar perdagangan bebas harus tetap dijaga dengan mengutamakan pilihan dan kenyamanan konsumen.

APPBI: Rojali Meningkat, Tapi Bukan Hal Baru

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, mengonfirmasi bahwa fenomena Rojali bukan hal baru. Ia menyebut tren ini sudah berlangsung lama, tetapi jumlahnya terus meningkat dari waktu ke waktu.

- Advertisement -

Menurutnya, ada beberapa penyebab utama Rojali semakin marak, di antaranya melemahnya daya beli masyarakat, kecenderungan berbelanja yang lebih selektif, dan perubahan pola konsumsi dari kelas menengah atas maupun bawah.

“Kalau kelas menengah atas, mereka lebih hati-hati. Bisa jadi karena pengaruh makro dan mikroekonomi global. Kalau kelas menengah bawah, karena daya beli turun, jadi beli produk yang unit price-nya lebih murah,” jelas Alphonzus.

- Advertisement -

Pergeseran Pola Belanja Masyarakat

APPBI mencatat bahwa meskipun jumlah kunjungan ke mal masih naik, namun pola belanja berubah signifikan. Konsumen kini cenderung menghindari pembelian impulsif, dan hanya membeli barang yang benar-benar dibutuhkan atau memiliki harga yang terjangkau.

“Mereka lebih selektif, kalau tidak perlu ya tidak beli. Kalau pun belanja, yang dicari adalah produk yang harganya murah,” ujarnya.

Perubahan ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku ritel dan tenant di pusat perbelanjaan. Diperlukan strategi khusus untuk memenangkan kembali kepercayaan dan loyalitas konsumen yang kini makin cerdas dan berhati-hati.

Fenomena Rojali juga mengisyaratkan perlunya transformasi dalam strategi penjualan ritel, baik di mal maupun toko fisik lainnya. Banyak pakar menyarankan integrasi antara penjualan daring dan luring (omnichannel), serta peningkatan pengalaman belanja interaktif.

Program seperti event komunitas, diskon eksklusif offline, hingga pengalaman hands-on terhadap produk bisa mendorong konsumen untuk tidak hanya melihat, tapi juga membeli langsung di tempat.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru