JAKARTA – Musisi asal Bali sekaligus gitaris grup band Gigi, I Dewa Gede Budjana atau Dewa Budjana ikut memberikan pendapatnya soal kegaduhan musik Jazz antara Indra Lesmana dengan founder Pramanan Jazz Festival Anas Syahrul Alimi.
Menurutnya, apa yang disampaikan Indra Lesmana pun ada benarnya. Di mana sebuah pentas musik dengan judul Jazz harus diisi performance oleh musisi Jazz, bukan dicampur aduk dengan musik Pop.
“Sebagai musisi saya sangat setuju dengan pendapat Indra. Karena semakin banyak festival jazz yang menampilkan line up yang bukan jazz, padahal progres musisi jazz semakin banyak di negeri ini,” kata Dewa Budjana dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Holopis.com, Rabu (23/7/2025).
Pun jika harus menampilkan musik Pop, setidaknya porsinya pun dibuat berimbang tanpa mendegradasi musik jazz yang sedang perform.
“Dengan melihat langsung Jazz Camp yang dibuat oleh temen-temen musisi, terlihat banyak banget musisi-musisi bagus dari generasi muda yang muncul, harusnya festival-festival tetap prioritas ke penampil Jazz-nya atau berimbang,” tuturnya.
Sebagai musisi yang tahu bagaimana seluk beluk Indra Lesmana dalam belantika musik Jazz tanah air, Dewa pun mengaku sedih ketika banyak netizen ikut berkomentar ngawur soal Indra Lesmana, khususnya dalam kapasitasnya memberikan reaksi atas pentas musik Prambanan Jazz yang digarap oleh Anas Syahrul Alimi.
“Yang saya kaget adalah banyaknya komen komen netizen yang tidak tau peran Indra Lesmana dalam skena Jazz tanah air, atau bahkan dunia dengan komen yang kurang pas,” tukas Dewa.
Oleh sebab itu, ia berharap perdebatan tersebut segera disudahi. Dalam konteks komentar, Indra Lesmana dianggap sangat tepat dan sesuai dengan kapasitasnya sebagai musisi Jazz Indonesia. Sementara untuk Anas, ia ingin agar promotor musik tersebut bisa memberikan porsi yang lebih terhadap musisi Jazz, khususnya sebagai line up.
“Saran saya buat Mas Anas, tinggal menambah porsi musisi Jazz-nya lebih berimbang, dan beberapa nama Pop yang masih mungkin bisa tampil dengan format Jazz, tidak harus memaksakan kelompok yang sangat jauh secara style personilnya,” ujar Dewa Budjana.
“Dan bisa menampilkan beberapa yang bukan Jazz dengan even yang berlainan,” sambungnya.

