Blackmores Bela Diri soal Gugatan Class Action Polaris Laywers

0 Shares

JAKARTA – Blackmores Australia merespons atas rencana gugatan class action yang akan diajukan Polaris Lawyers ke otoritas hukum terkait. Di mana dituduhkan bahwa konsumen Blackmores telah mengalami gangguan kesehatan atas konsumsi produk suplemen tersebut.

Dalam paparannya, juru bicara Blackmores mengklaim bahwa mereka selalu menjaga kualitas produk mereka sesuai dengan standar keamanan kesehatan yang ada.

- Advertisement -

“Di Blackmores, kami berkomitmen pada standar kualitas produk dan keamanan konsumen tertinggi,” kata juru bicara Blackmores seperti dikutip Holopis.com dari News.com.au, Selasa (22/7/2025).

Ia juga menyatakan bahwa seluruh produk yang dirilis oleh Blackmores tetap patuh pada aturan TGA, khususnya dalam kandungan vitamin B6 yang menjadi salah satu andalan dalam kandungan produk kemasannya.

- Advertisement -

“Semua produk kami, termasuk yang mengandung Vitamin B6, dikembangkan sesuai dengan persyaratan peraturan Therapeutic Goods Administration (TGA) yang ketat,” tegasnya.

Blackmores juga membantah memberikan kandungan Vitamin B6 di luat batas maksimal seperti yang dituduhkan Polaris Lawyers, yakni 29 kali lipat dari asupan maksimal harian yang disarankan oleh otoritas standarasisasi Therapeutic Goods Administration.

“Ini termasuk kepatuhan terhadap dosis harian maksimum yang diizinkan dan penyertaan pernyataan peringatan yang diamanatkan,” tandasnya.

“Kami mengakui keputusan sementara yang dikeluarkan oleh TGA dan kami akan memastikan kepatuhan penuh terhadap keputusan akhirnya,” sambung Blackmores.

Polaris Lawyers Ajukan Gugatan Class Action ke Blackmores

Sebelumnya diberitakan, bahwa Pendiri dan Kepala Polaris, Nick Mann telah mempersiapkan rencana gugatan masyarakat (class action) atas kandungan vitamin B6 yang lebih tinggi dari kadar harian dari Blackmores.

“Sangat mengkhawatirkan ketika berjalan menyusuri lorong vitamin di apotek mana pun di Australia dan melihat suplemen vitamin mengandung kadar B6 yang jauh di atas asupan harian yang direkomendasikan,” tulis Nick dalam siaran persnya.

Salah satu subyek gugatan adalah Dominic Noonan-O’Keeffe. Di mana wanita itu telah mengalami gangguan kesehatan termasuk nyeri saraf, gangguan penglihatan, kejang otot, dan hilangnya sensasi akibat mengonsumsi Blackmores varian Super Magnesium+ dan Ashwagandha+.

“Apa yang terjadi pada Dominic memang tragis, tapi dia tidak sendirian – kami mengetahui adanya laporan bahwa kadar B6 yang berlebihan dalam suplemen yang dijual bebas mungkin telah menyebabkan cedera jangka panjang pada ratusan warga Australia,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Polaris Lawyers pun sedang menyelidiki gugatan class action dan siap menerima aduan dari siapa pun yang menderita cedera akibat kadar B6 yang berlebihan karena mengonsumsi suplemen vitamin Blackmores.

“Konsumen suplemen berhak yakin bahwa produk yang mereka beli aman untuk dikonsumsi. Meskipun suplemen yang berpotensi membahayakan telah disetujui untuk dijual oleh regulator, hal ini tidak mengubah kewajiban hukum produsen untuk memastikan keamanan produk bagi konsumen,” pungkas Nick.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru