JAKARTA – Musim MotoGP 2025 belum selesai, tapi peluang Francesco Bagnaia mempertahankan mahkota juara dunia tampaknya sudah tertutup. Rider Ducati Lenovo Team itu tertinggal 168 poin dari rekan satu timnya, Marc Marquez, yang kini memimpin klasemen dengan 381 poin dari 12 seri.
Bagnaia, juara dunia MotoGP 2022 dan 2023, mengawali musim ini sebagai salah satu kandidat kuat juara. Dengan motor Desmosedici GP25 dan dukungan penuh dari tim pabrikan Ducati, ekspektasi tinggi mengiringi langkah pembalap asal Italia itu. Apalagi pesaing beratnya musim lalu, Jorge Martin, sudah pindah ke Aprilia.
Namun, yang semula dianggap sebagai rekan satu tim berpengalaman justru berubah menjadi ancaman besar. Marc Marquez, yang didatangkan Ducati dari Honda, tampil luar biasa dan mendominasi penuh paruh pertama musim 2025. Bahkan bukan hanya Bagnaia yang tertinggal Alex Marquez, adik dari Marc, juga mengungguli Bagnaia di klasemen dan bertengger di posisi kedua.
“Kalau soal kejuaraan dunia, ya, sudah selesai. Hal itu tidak bisa disangkal lagi,” kata Neil Hodgson, mantan pembalap MotoGP yang dikutip Holopis.com dari laman MotoGP, Senin (21/7)..
Hodgson bahkan menyarankan Bagnaia untuk melupakan gelar juara dunia musim ini, dan fokus pada pemulihan performa serta strategi untuk paruh kedua musim.
“Berliburlah dengan istrimu, bersenang-senang, lupakan ini semua, dan pikirkan bagaimana tampil lebih baik setelah jeda musim panas,” ujarnya dalam siaran resmi TNT Sports.
Mengapa Bagnaia Tertinggal?
- Konsistensi Marc Marquez: Lima kemenangan dobel beruntun (sprint & main race) sejak GP Prancis
- Tekanan Internal: Berbagi garasi dengan legenda 6 kali juara dunia
- Crash & Inkonsistensi: Beberapa hasil buruk di seri-seri krusial seperti Jerez dan Brno
- Adaptasi Motor: Meski memakai GP25, performanya masih belum stabil dibanding Marc Marquez.

