MAKASSAR – Penyebab ibu muda di Kota Makassar bunuh bayinya pakai toples akhirnya terungkap. Pihak Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menyatakan NS (25) Ibu muda yang bunuh bayinya dengan toples, terbukti mengalami gangguan jiwa. Saat ini NS dirawat di Bangsal Kenanga kelas 3 khusus pasien ODGJ perempuan.
Kabid Humas RSKD Dadi Makassar, Abd Malik mengatakan NS masuk di rumah sakit pada Senin 7 Juli 2025 Pukul 13.57 Wita, diantar pihak keluarga dan pihak kepolisian Polsek Panakkukang.
“Dia masuk RS dengan keluhan mengamuk. Setelah diperiksa di sini, ternyata dia mengalami gangguan jiwa,” jelas Abd Malik, Sabtu (19/7/2025) seperti dikutip Holopis.com.
Dari hasil pemeriksaan awal, NS sering berhalunasi dengan berbicara sendiri, bahkan ia sering mengaku mendengar suara-suara bisikan gaib.
“Dia mengaku sering mendengar suara-suara yang diyakininya bahwa itu adalah suara gangguan jin,” bebernya.
Menurut pihak keluarga, pasien ini sering kali tiba-tiba marah dan menangis tanpa alasan yang jelas. Dia juga kerap merasa ketakutan serta sering mengaku ada orang yang ingin berbuat jahat kepada dirinya.
“Kalau timbul perasaan itu, ada orang yang akan berbuat jahat, dia selalu memusuhi ibunya dan seperti ingin memukul ibunya atau orang-orang di sekitarnya,” terangnya Malik.
Malik menambahkan, selama menjalani perawatan kejiwaan, NA tidak pernah mencari almarhum anaknya.
“Dia tidak pernah mencari anaknya, bahkan dua hari yang lalu saya tanyakan di mana anakmu, dia bilang saya tidak tahu,” ucapnya.
Menurut Malik, NS pernah berobat di dokter spesialis kejiwaan, sebelum dirawat di RSKD Dadi Makassar. Namun hanya dua kali melakukan pengobatan, setelah itu tidak pernah berobat lagi.
“Sekarang kondisinya sudah bisa terkontrol, kita berikan obat karena sebelumnya dia berhenti minum obat,” ucapnya.
Meski telah mendapatkan perawatan, namun proses penyembuhan NS merupakan ranah Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP).
“Dia baru pertama kita opname, perawatan masih tetap berlanjut sesuai terapi yang dianjurkan oleh psikiater sesuai diagnosa penyakitnya,” jelasnya.
Sebelumnya Holopis.com beritakan, ada seorang Ibu muda berinisial N (25) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), tega menghilangkan nyawa anak laki-lakinya yang masih berusia dua bulan.

