Karhutla Masih Mendominasi di Pulau Sumatera


Oleh : Ronald Steven

JAKARTA - Bencana karhutla (kebakaran hutan dan lahan) sampai dengan saat ini masih terus berlangsung di sejumlah wilayah, khususnya yang ada di Pulau Sumatera.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, kali ini karhutla melanda Jorong Sarasah Tanggo, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat.

"Lahan seluas empat hektar lahan terdampak kejadian ini. Penyebab kejadian ini masih dalam proses penyelidikan," kata Abdul dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (15/7).

Abdul menjelaskan bahwa BPBD serta tim gabungan mengerahkan pemadaman darat dan api berhasil dipadamkan tak lama setelah kejadian.

Masih di Provinsi Sumatra Barat, karhutla terjadi di Jorong Bansa, Nagari Gaung, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Kebakaran yang dipicu oleh cuaca ekstrem tersebut menghanguskan sekitar satu hektar lahan.

BPBD Kabupaten Solok bersama personel gabungan melakukan pemadaman dengan dukungan satu unit mobil tangki dan satu unit mobil pemadam kebakaran.

"Api berhasil dikendalikan tanpa meluas ke area lain," imbuhnya.

Beralih ke Provinsi Aceh, kebakaran lahan dilaporkan di Gampong Suka Mulia, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar.

"Kebakaran terjadi di area kebun yang ditanami tanaman muda termasuk kakao, dengan luas terdampak sekitar dua hektar," jelasnya.

BPBD Kabupaten Aceh Besar mengerahkan tiga personel serta satu unit mobil pemadam kebakaran. Api berhasil dipadamkan dalam waktu satu jam setelah kejadian dilaporkan.

Menyikapi kejadian karhutla yang mulai meningkat di beberapa wilayah, Abdul kemudian mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat setempat meningkatkan kewaspadaan.

"Dengan tidak melakukan aktivitas yang berisiko tinggi menimbulkan kebakaran, seperti pembakaran lahan untuk pembukaan area pertanian, pembuangan sampah terbuka, atau membuang puntung rokok sembarangan di lahan kering," imbaunya.

"Pemerintah daerah diimbau melakukan penguatan koordinasi dengan meningkatkan pengawasan melalui patroli terpadu. Sementara itu, masyarakat diimbau agar segera melaporkan indikasi adanya titik api atau kepulan asap kepada pihak berwenang guna mencegah api berkembang menjadi karhutla yang meluas," sambungnya.

Tampilan Utama