“Inilah definisi pemimpin negarawan: bukan hanya hadir saat menang, tetapi bertanggung jawab penuh ketika menghadapi krisis. Bukan hanya mendampingi Presiden Prabowo secara simbolik, tetapi benar-benar menopang jalannya pemerintahan dari sisi parlemen dan struktur internal partai,” sambungnya.
Menurut R Haidar Alwi, Dasco bukan hanya figur yang dibutuhkan Indonesia, tapi juga dunia. Ketika dunia makin dipenuhi oleh pemimpin yang keras kepala, ultranasionalis, atau populis berisik, tokoh seperti Dasco menjadi pengecualian penting.
Dalam pandangan Haidar Alwi, Dasco adalah tipe pemimpin yang bisa diajak bicara, bisa diajak berpikir jernih, dan bisa diajak membangun negara dengan akal sehat. Dan justru tokoh seperti inilah yang paling dibutuhkan untuk menjaga peradaban di tengah badai ketidakpastian global.
Indonesia butuh figur seperti itu untuk menata ulang wajah politik. Generasi muda perlu tahu bahwa ada jalan lain dalam berpolitik: bukan sekadar menyerang lawan, tetapi membangun kepercayaan publik. Bukan sekadar tampil di layar kaca, tetapi hadir menyelesaikan konflik dengan tenang.
“Karena itulah, peran Sufmi Dasco Ahmad harus terus diperkuat dan dicontoh. Bukan karena dia sempurna, tetapi karena ia konsisten menjaga apa yang disebut ‘hikmah dalam kekuasaan’. Sesuatu yang langka, sekaligus sangat dibutuhkan bangsa ini,” pungkas R Haidar Alwi.


