JAKARTA – Bencana banjir dan longsor hingga saat ini masih melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, bencana banjir dan longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi di seluruh wilayah Kota Kendari sejak beberapa hari yang lalu.
“Sebanyak empat kecamatan terdampak yakni Kecamatan Abeli, Kendari Barat, Puuwatu dan Mandonga,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (1/7).
Abdul menjelaskan bahwa bencana tersebut menyebabkan setidaknya 15 unit rumah, dua unit jalan, satu unit fasilitas pendidikan, satu unit fasilitas ibadah, satu tebing sungai turut terdampak dari kejadian ini.
Abdul memastikan BPBD Kota Kendari bersama instansi terkait melakukan penanganan di Lokasi kejadian.
Kondisi terkini menurut Abdul, hujan masih berlangsung dengan intensitas ringan sampai sedang, rumah warga yang terdampak banjir masih dalam proses pendataan, material longsor di Kelurahan Alolama dibersihkan secara gotong royong oleh warga sekitar.
Abdul kemudian juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama musim kemarau.
“Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan membersihkan saluran air, memeriksa atap, memangkas pohon rawan tumbang, dan menyiapkan rencana evakuasi. Ikuti informasi cuaca dari instansi resmi untuk meningkatkan kesiapsiagaan,” imbaunya.


