JAKARTA – Pihak Bank DKI berubah nama serta logo menjadi Bank Jakarta. Perubahan nama tersebut menjadikan tantangan baru bagi BUMD Jakarta tersebut dalam mengepakkan dunia bisnis perbankanya.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo mengatakan, ini sekaligus merupakan salah satu bentuk transformasi strategis untuk menatap masa depan dengan cara baru, cara yang lebih kuat, adaptif dan profesional.
“Ini adalah penanda transformasi strategis Bank DKI,” kata Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo seperti dikutip Holopis.com, Selasa (24/6/2025).
Agus menyebutkan, rebranding nama dan logo ini juga karena perubahan zaman, ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi, perkembangan teknologi bergerak begitu cepat.
Selain itu kompetisi meluas, tidak hanya dari bank lain tetapi juga dari perusahaan teknologi finansial yang inovatif dan agresif. Manajemen BUMD DKI Jakarta bidang keuangan dan perbankan tersebut menyadari sepenuhnya untuk tetap relevan.
“Kami tidak cukup hanya bertahan. Kami harus bertransformasi dan transformasi itu dimulai dari identitas kami,” tuturnya.
Tak hanya itu, Bank Jakarta juga menerima tantangan baru dari Gubernur Jakarta, Pramono Anung untuk melenggang ke Initial Public Offering (IPO) pada tahun 2026 mendatang.
“Kami sekarang ini tengah menyiapkan diri untuk IPO sesuai amanat dari pak Gubernur Jakarta,” imbuhnya.
Sementara itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo saat ditemui di Balaikota Jakarta menambahkan tantangan tersebut agar Bank Jakarta lebih profesional ke depannya.
“Paling utama tugas saya kepada Direktur Utama, Komisaris Utama dan seluruh jajaran Bank Jakarta adalah untuk mempersiapkan diri untuk ‘go public’ pada tahun depan,” imbuhnya.
Ia menyebutkan alasan memberikan tugas tersebut ke Bank Jakarta karena dia percaya bank ini lebih baik jika diawasi secara publik.
“Kenapa ini saya sampaikan? Karena saya termasuk yang percaya bahwa untuk me-‘manage’ bank seperti Bank Jakarta akan lebih baik kalau di-‘manage‘, diawasi secara terbuka oleh publik,” katanya.
Dikatakan Pramono untuk mencapai tujuan tersebut salah satu kuncinya adalah profesionalisme. Direksi yang sekarang dibentuk, benar-benar seluruhnya adalah profesional.
“Saya tidak membuka ruang sama sekali siapapun untuk bisa menitipkan siapapun itu di Bank Jakarta,” tutupnya.

