JAKARTA – Ketua Umum Poros Wartawan Jakarta (PWJ), Zulhefi Sikumbang mengatakan bahwa profesi wartawan atau jurnalis bukan pekerjaan yang mudah, sebab ancaman kepada awak media saat ini makin nyata.
“Saya merasakan saat ini awak media bekerja tidak lagi merasa aman karena ancaman makin nyata,” kata jurnalis senior yang karib disapa Zul Sikumbang saat menyampaikan sambutannya pada Rapat Kerja (Raker) yang digelar di Bogor, Jawa Barat pada tanggal 20-21 Juni 2025.
Ia menyebutkan beberapa contoh ancaman terhadap awak media. Seperti adanya awak media mendapat kiriman kepala babi dan potongan bangkai tikus ke kantor Majalah Tempo beberapa waktu yang lalu, dan masih banyak lagi kasus-kasus yang menimpa awak media.
Namun yang kalah umum adalah, intervensi dari pihak-pihak tertentu atas sebuah pemberitaan yang diterbitkan berdasarkan hasil dari produk dan karya jurnalistik.
Oleh sebab itu, ia menyatakan bahwa PWJ akan menjadi mitra jurnalis dan profesi wartawan dalam memberikan bantuan dan advokasi.
“PWJ harus berperan dan terlibat untuk membantu kerja-kerja awak media,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga berharap PWJ bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat dengan program-program yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Jangan hanya memikirkan berita terus, tapi buat juga program yang berkaitan langsung dengan masyarakat,” tutur Zul Sikumbang.
“Awak media kan punya jaringan, bantulah masyarakat atau kelompok masyarakat seperti kelompok UMKM sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” sambungnya.
Selain melakukan advokasi terhadap awak media dan berkontribusi untuk masyarakat, PWJ mempunyai program yakni memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Upaya itu akan dilakukan dengan menghadirkan forum dialog dan diskusi publik, sehingga masyarakat memahami kerja jurnalis dan isu-isu kekinian.
“PWJ terdiri dari berbagai awak media, kemampuan masing-masing harus dimanfaatkan untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat melalui forum-forum diskusi,” pungkasnya.

