MALUKU – Koordinator bidang isu Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) Maluku, Ais Souwakil memberikan kritik kepada Wakil Ketua DPD KNPI Maluku Fadel Rumakat.
Hal ini merupakan respons karena tudingan Fadel terhadap Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa tidak memiliki dasar yang kuat, dan cenderung merupakan sikap yang tidak konstruktif.
“Kami menilai bahwa DPD KNPI Maluku perlu lebih bijak dalam mengeluarkan pernyataan publik, terutama yang dapat mempengaruhi stabilitas pemerintahan dan kepercayaan masyarakat,” kata Soiwakil dalam keterangannya yang diterima Holopis.com, Minggu (22/6/2025).
Sebelumnya, Wakil Ketua DPD KNPI Maluku meminta agar Gubernur Maluku mundur dari jabatannya, karena kinerja pejabat publik tersebut tak menunjukkan kemajuan yang signifikan, baik dari sisi infrastruktur, kesejahteraan rakyat, hingga tata kelola pemerintahan.
Sementara itu, FABEM Maluku memberikan pandangan yang berbeda. Mereka mendukung penuh kinerja Gubernur Maluku dan percaya bahwa Pemprov Maluku di bawah kepemimpinan Hendrik Lewerissa mampu menjalankan pemerintahan yang baik.
“Beliau (Gubernur Maluku -red+) telah bekerja keras untuk kemajuan Maluku. FABEM Maluku menilai bahwa kritikan yang dilontarkan oleh DPD KNPI Maluku tidak memiliki iktikad baik dan tidak bertujuan untuk kemajuan Maluku,” ketusnya.
Di sisi lain, ia juga menyarankan gaar DPD KNPI Maluku lebih fokus lagi pada isu-isu yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku.
“Bukan hanya mencari perhatian publik dengan kritikan yang tidak berdasar,” imbuhnya.
Terakhir, FABEM Maluku menyatakan akan terus mendukung Gubernur Maluku dalam menjalankan tugasnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku.
Sebelumnya diberitakan, bahwa Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Maluku kembali melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa. Dalam pernyataannya, KNPI menilai bahwa selama masa kepemimpinan Hendrik, Maluku tak menunjukkan kemajuan yang signifikan, baik dari sisi infrastruktur, kesejahteraan rakyat, hingga tata kelola pemerintahan.
“Kalau memang tidak mampu membangun Maluku, maka sebaiknya Bapak Gubernur mundur saja. Maluku butuh pemimpin yang bekerja nyata, bukan sekadar pencitraan,” tegas Wakil Ketua DPD KNPI Maluku Fadel Rumakat dalam Rilisnya yang di terima media ini, Jumat 20 Juni 2025.
KNPI juga menyoroti sederet masalah krusial di daerah, mulai dari lambannya penyelesaian konflik agraria di sejumlah wilayah, buruknya pembangunan infrastruktur dasar, minimnya realisasi investasi, hingga lemahnya penanganan korupsi di lingkup birokrasi.
Menurut KNPI, kondisi ini bukan semata akibat keterbatasan anggaran, melainkan lemahnya visi dan kepemimpinan yang tidak mampu menggerakkan potensi daerah dan memimpin birokrasi secara efektif.
“Anak muda Maluku kecewa. Kami tidak ingin daerah ini terus tertinggal hanya karena elit yang tidak serius bekerja,” lanjutnya.
KNPI menegaskan, pihaknya akan terus mengawal jalannya pemerintahan dan menyuarakan aspirasi rakyat, sembari mendorong lahirnya kepemimpinan yang lebih progresif dan berpihak pada rakyat kecil.

