JAKARTA – Mengkonsumsi suplemen penambah energi itu ternyata perlu, loh, terutama jika asupan nutrisi harian Anda tidak lengkap. Berikut ini cara tepat mengkonsumsi suplemen mulai dari komposisi, dosis dan cara pakainya.
Perlukah Minum Suplemen Setiap Hari?
Yang menjadi pertanyaan banyak orang adalah, “Apakah saya perlu mengkonsumsi suplemen atau vitamin untuk membantu menambah energi?”
Dr Michael Reo, selaku dokter pemerhati kesehatan menjelaskan, boleh tidaknya seseorang mengkonsumsi suplemen atau vitamin penambah energi harus merujuk pada satu hal. Yakni, apakah sehari-harinya orang tersebut sudah memenuhi kebutuhan nutrisi ‘4 sehat 5 sempurna’ atau belum?
Jika sudah, Anda tidak perlu lagi mengkonsumsi suplemen. Tapi jika belum, ada baiknya suplemen penambah energi dikonsumsi setiap hari.
“Suplemen itu fungsinya melengkapi nutrisi yang kurang. Jadi jika sehari-harinya asupan nutrisi Anda kurang, minum suplemen setiap hari itu boleh saja. Tapi (konsumsi suplemen setiap hari) ini sifatnya bukan ketergantungan, ya, melainkan kebutuhan, karena fungsi suplemen adalah untuk memenuhi kebutuhan harian (yang kurang),” terang dr Michael saat konferensi pers Level Up After Work with Enervon Active di Senayan, Senin (16/6/2025).
Cara Tepat Mengkonsumsi Suplemen
Dr Michael menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih suplemen:
1. Apakah komposisi suplemennya related to produced energy?
Suplemen yang berfungsi meningkatkan energi wajib mengandung beberapa nutrisi ini:
– B Complex. “Ada yang namanya siklus asam sitrat di mana semua nutrisi dari makanan masuk ke liver untuk dimetabolisme menjadi energi. Nah, proses metabolisme itu membutuhkan B1, B2, B6, B9 dan B12,” kata dr Michael.
– Vitamin C. “Selain meningkatkan imunitas (daya tahan tubuh), vitamin C juga terlibat menjaga agar sel-sel metabolisme yang digunakan B complex bisa bekerja. Vitamin C juga berperan dalam sintesis (pembuatan) karnitin yang berpengaruh pada perubahan energi dari asam lemak,” dr Michael menambahkan.
– Zinc. “Zinc terlibat dalam reaksi-reaksi asam laktat (penyebab otot tubuh pegal paska beraktivitas), dan secara signifikan mengurangi tubuh merasa kelelahan paska beraktivitas,” kata dr Michael lagi.
2. Dosisnya harus tepat, mengikuti aturan yang dituliskan pada kemasan.
3. Minum secara konsisten setiap hari.
4. Diminum di pagi hari (jauh lebih baik) sehingga manfaatnya (meningkatkan energi) jauh lebih optimal. “Setelah dikonsumsi, suplemen butuh waktu untuk diserap tubuh, melalui proses metabolisme, hingga kemudian disebarkan sebagai energi ke berbagai tubuh.”
Energi Dihasilkan dari Sayur dan Buah
Banyak orang Indonesia yang salah kaprah dengan menganggap energi pada tubuh berasal dari lemak, karbohidrat dan protein. Yang benar adalah, energi dihasilkan dari sayur dan buah yang dikonsumsi setiap hari.
Saat makanan masuk ke dalam tubuh, semuanya diproses di dalam liver terlebih dahulu –liver itu dapurnya manusia. Di liver, semua makanan diproses untuk diubah menjadi sel-sel energi. Nah, agar proses tersebut bisa berlangsung optimal, diperlukan yang namanya mikronutrien (vena mineral). Mikronutrien tersebut ternyata tidak bisa dihasilkan dari karbohidrat, protein dan lemak, melainkan hanya dari sayur dan buah.
Yang menjadi persoalan kemudian, rata-rata orang Indonesia masih kekurangan asupan buah dan sayuran setiap harinya.
Seperti yang dijelaskan dr Michael, kebiasaan makan sayur dan buah yang sesuai syarat pada orang Indonesia hanya 3,3% saja –berdasarkan Survey Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
“Jadi pantas saja kalau energinya kurang!” jelas dr Michael.
World Health Organization (WHO) menyarankan agar setiap orang mengkonsumsi sayur dan buah 400 mg setiap harinya. Porsi 400 mg tersebut berasal dari 150 mg buah dan 250 mg sayur yang dibagi menjadi 5 porsi per hari.
Mungkinkah Activity After Work Dilakukan?
Umumnya olahraga bertujuan mengurangi stress, terutama bagi orang kantoran. Tapi bekerja saja sudah cukup melelahkan, jika activity after work dilakukan bukankah malah akan membuat tubuh jadi lebih capek, ya?
Apapun kondisinya, menurut dr Michael, dari perspektif medis setiap orang disarankan berolahraga minimal 30 menit setiap hari, baik itu sekadar jalan santai, bersepeda, atau berenang.
Jika Anda sudah terlalu lelah di kantor, dr Michael mengatakan, agar memberikan tubuh energi ekstra sehingga tetap bisa melakukan activity after work.
“Dalam konteks ini, energi tambahan yang dimaksud bukan gaya hidup (lifestyle) melainkan kebutuhan nutrisi dasar (basic nutrition needs). Inilah pemikiran dasar mengapa suplementasi itu direkomendasikan secara medis dalam konteks supaya ada energi ekstra,” dr Michael menerangkan.
Jadi sekarang Anda sudah lebih mengerti, ya, mengapa tubuh membutuhkan tambahan suplemen agar bisa beraktivitas seharian dan tetap sehat?

