5 Alasan Mengapa Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Konflik Wajib Dibahas

0 Shares

JAKARTA – Setiap tanggal 19 Juni, dunia memperingati Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Konflik. Peringatan ini bukan hanya bentuk formalitas atau agenda tahunan belaka, melainkan wujud nyata solidaritas global terhadap para penyintas kekerasan seksual yang kerap menjadi korban dalam situasi konflik bersenjata.

Di tengah ketegangan perang, kekerasan seksual sering digunakan sebagai senjata untuk menyiksa, mempermalukan, dan menghancurkan komunitas.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Meski peringatan ini telah ditetapkan secara resmi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, masih banyak masyarakat dunia yang belum memahami urgensinya. Berikut ini Sobat Holopis adalah lima alasan utama mengapa peringatan ini penting untuk terus dirayakan dan disuarakan.

1. Memberi Pengakuan terhadap Para Penyintas

Kekerasan seksual dalam konflik sering kali meninggalkan luka mendalam, tidak hanya secara fisik tetapi juga psikologis dan sosial. Banyak korban yang hidup dalam ketakutan dan stigma, tanpa mendapatkan pengakuan atau keadilan. Hari ini menjadi sarana untuk menghormati mereka, memberikan ruang untuk suara-suara yang selama ini dibungkam, dan mengingatkan dunia bahwa penderitaan mereka nyata dan penting untuk direspons.

- Advertisement -

2. Meningkatkan Kesadaran Publik secara Global

Kekerasan seksual yang terjadi dalam konflik bersenjata masih kerap dianggap sebagai dampak sampingan, bukan sebagai kejahatan berat yang terorganisir. Melalui peringatan ini, masyarakat global diajak untuk lebih sadar bahwa kejahatan seksual adalah taktik perang yang disengaja, terencana, dan memiliki dampak jangka panjang terhadap komunitas. Peningkatan kesadaran menjadi langkah awal dalam membangun kepedulian dan upaya pencegahan.

3. Menentang Impunitas dan Menuntut Keadilan

Sebagian besar pelaku kekerasan seksual dalam konflik tidak pernah diadili, dan sistem hukum di banyak negara belum mampu memberikan keadilan bagi para penyintas. Dengan merayakan hari ini, kita memperkuat tekanan moral dan politik kepada pemerintah dan lembaga internasional untuk menindak pelaku, memperbaiki sistem hukum, dan menghentikan siklus impunitas yang selama ini merajalela.

4. Mendorong Kolaborasi Global dan Tindakan Nyata

Hari ini menjadi pengingat bahwa pemberantasan kekerasan seksual tidak bisa dilakukan secara individu atau sektoral. Diperlukan kerja sama antara negara, organisasi kemanusiaan, sektor teknologi, serta masyarakat sipil untuk membentuk sistem pencegahan dan perlindungan yang efektif. Peringatan ini juga menjadi panggilan untuk mengalokasikan sumber daya, mendukung korban, dan membentuk kebijakan yang berkeadilan gender.

5. Menyoroti Pentingnya Penggunaan Teknologi yang Bertanggung Jawab

Di era digital, kekerasan berbasis gender kini juga menjalar ke ruang maya. Peringatan ini menjadi kesempatan untuk menyoroti bagaimana teknologi informasi dan komunikasi dapat menjadi alat kekerasan, namun juga memiliki potensi besar untuk mendorong edukasi, pelaporan, dan perlindungan. Akses yang aman dan merata terhadap teknologi sangat penting dalam memberdayakan perempuan dan anak perempuan, terutama di wilayah konflik.

Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Konflik bukan sekadar simbol atau seremoni tahunan, namun pengingat bahwa di balik konflik dan perang, ada suara yang selama ini terpinggirkan, yaitusuara para penyintas. Merayakan hari ini berarti mengangkat suara itu, menolak keheningan, dan berkomitmen untuk menciptakan dunia yang lebih adil.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis