JAKARTA – Marc Marquez benar-benar berada di level yang berbeda di musim MotoGP 2025. Dengan performa luar biasa bersama Ducati, ia sukses menyapu bersih kemenangan di 11 dari 16 balapan dalam delapan seri awal musim ini.
Tak hanya menang, Marquez juga mendominasi sesi kualifikasi dan race pace, membuat rival-rivalnya seolah tak punya ruang untuk bernapas.
Legenda balap motor dunia, Kevin Schwantz, bahkan menyebut Marquez membuat MotoGP jadi… membosankan. Bukan karena balapannya buruk, tapi karena Marquez terlalu dominan hingga membuat persaingan seakan lenyap. Pernyataan ini dilontarkan oleh Schwantz dalam wawancara dengan Motosan yang dikutip Holopis.com dari laman MotoGP, Minggu (15/6).
“Apa yang kita lihat dari Marc Marquez sekarang adalah apa yang kita liat saat dia masih di Honda sebelum cedera. Dia membuat balapan jadi sangat membosankan karena begitu superior,” ujar juara dunia 500cc tahun 1993 itu.
Menurut Schwantz, saat ini tidak ada pembalap yang mampu menyamai level performa Marquez. Bahkan pembalap lain seperti Bagnaia atau Alex Marquez belum cukup tajam untuk mengancam.
“Tidak ada yang bisa dilakukan, kecuali pembalap lain mulai mengejar dan menemukan di mana letak keunggulan Marquez dibanding mereka,” tambahnya.
Saat ini, Marc Marquez memimpin klasemen MotoGP 2025 dengan 233 poin, unggul 32 poin dari adiknya sendiri, Alex Marquez yang membela Gresini Racing. Di posisi ketiga ada Francesco Bagnaia yang tertinggal 93 poin dari pemuncak klasemen—rekan setimnya di Ducati pabrikan.
Marquez juga mengoleksi 5 pole position dan 5 kali mencatatkan fastest lap, mengukuhkan dirinya sebagai raja lintasan musim ini. Terakhir, di seri MotoGP Aragon, Marquez tampil sempurna dan mencetak hattrick kemenangan, pole, serta fastest lap sekaligus.
Kevin Schwantz turut menyebut bahwa salah satu pembalap favoritnya justru bukan Marquez, melainkan Franco Morbidelli. Menurutnya, Morbidelli memiliki kepribadian yang menyenangkan dan menarik di luar trek, walaupun belum bisa berbicara banyak soal hasil di lintasan.
“Saya suka Morbidelli. Dia orang yang kalem dan santai. Sangat menyenangkan mengobrol dengannya,” kata Schwantz.
Selanjutnya, MotoGP akan berlanjut ke seri Italia pada pekan depan. Sirkuit Mugello yang terkenal cepat dan teknis akan menjadi medan tempur baru. Pertanyaannya, akankah Marc Marquez kembali menang dengan mudah? Ataukah ini momen bangkitnya pesaing?
Satu hal yang pasti, jika Marquez tetap tampil sebrilian ini, musim 2025 bisa saja menjadi cerita satu orang dengan sisanya hanya jadi pelengkap panggung.

