GOWA – Jemaah An-Nadzir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), menetapkan 10 Dzulhijjah 1446 Hijriah jatuh pada pada hari ini, Kamis (5/6).
Terlihat jemaah An-Nadzir, yang berada di Kampung Mawang, Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, menggelar salat Iduladha di halaman Masjid Baitul Muqaddis.
Pimpinan An-Nadzir Samiruddin Pademmui bertindak sebagai imam dan khatib. Para jemaah laki-laki terlihat melaksanakan salat di halaman masjid. Sementara jemaah perempuan berada di dalam masjid.
Sebagian besar jemaah mengenakan pakaian khas berwarna hitam. Namun beberapa di antaranya terlihat mengenakan pakaian berwarna putih dan biru.
Saat jemaah An-Nadzir melaksanakan sholat id, terlihat aparat gabungan TNI/Polri melakukan penjagaan dengan ekstra ketat.
Sebelumnya diberitakan, jemaah An-Nadzir di Gowa telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijjah 1446 Hijriah jatuh pada 5 Juni 2025.
Penetapan ini berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan bulan sebagaimana yang diajarkan guru dan imam Syamsuri Abdul Madjid serta Ustadz Rangka Hanong Daey Kiyo.
“Insya Allah jemaah An-Nadzir Gowa akan melaksanakan salat Hari Raya Idul Adha 1446 H pada hari Kamis, 5 Juni 2025 M dan puasa Sunnah Arafah hari Rabu, 4 Mei 2025 M,” kata Pimpinan An-Nadzir Samiruddin Pademmui dalam keterangannya dikutip, Minggu (1/6) lalu.
Diketahui jadwal penetapan hari raya Iduladha berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan bulan.
An-Nadzir menggunakan beberapa cara dalam melakukan perhitungan bulan sebagaimana yang diajarkan guru dan imam Syamsuri Abdul Madjid serta Ustadz Rangka Hanong Daey Kiyo.
Pertama, An-Nadzir mulai mengamati, menghitung dan menetapkan tiga bulan purnama 14, 15 dan 16 berdasarkan kriterianya masing-masing
“Kedua, mengamati jam terbitnya tiga bulan terakhir di timur pada sepertiga malam terakhir, fajar kasib, dan fajar siddiq, serta waktu tenggelamnya bulan di ufuk Barat di sore hari, yakni hitungan bulan 27, 28 dan 29,” papar Samiruddin.
Ketiga, saat menjelang akan terjadinya pergantian bulan/konjungsi/ijtima/new moon, maka secara sunnatullah diikuti oleh fenomena alam yang terjadi seperti adanya hujan, petir, angin bertiup kencang dan terakhir pasang puncak (kondak) air laut.
Keempat, An-Nadzir juga menggunakan alat bantu memanfaatkan teknologi.
“An-Nadzir juga menggunakan alat bantu melalui aplikasi Luna SolCal dan Sun Position Demo yang sudah kami teliti beberapa tahun terakhir dan cukup membantu kami dalam hal akurasi data waktu terbit dan tenggelamnya bulan,” ujar Samiruddin.
Berdasarkan hasil perhitungan bulan dibantu dengan aplikasi Luna SolCal dan Sun Position Demo, An-Nadzir menilai sudah terjadi pergantian bulan/konjungsi/ijtima/new moon dari bulan Zulqaidah ke Zulhijjah 1446 H pada 27 Mei sekitar pukul 11.05 Wita.
“Dari hasil pengamatan dan perhitungan bulan tersebut, maka hari Arafah 9 Zulhijjah 1446 H jatuh pada Rabu, 4 Juni 2025 M dan 10 Zulhijjah 1446 H jatuh pada Kamis 5 Juni 2025 M,” pungkas Samiruddin.


