JAKARTA – Sebanyak 2.000 buruh yang tergabung dalam Partai Buruh akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Gedung DPR RI dan Istana Negara pada Selasa, 3 Juni 2025. Aksi ini merupakan bentuk perlawanan terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan pekerja dan pensiunan.
Sekretaris Jenderal Partai Buruh, Ferri Nuzarli, menyatakan bahwa terdapat perubahan jadwal dari rencana semula. Jika sebelumnya aksi direncanakan berlangsung selama dua hari, yakni 2 dan 3 Juni, kini dipadatkan menjadi satu hari penuh pada 3 Juni.
“Dalam instruksi terbaru, aksi akan dipusatkan pada Selasa, 3 Juni 2025, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai,” jelas Ferri.
Dua titik strategis menjadi fokus aksi:
- Gedung DPR RI
- Istana Negara
Para peserta akan berkumpul di titik awal di depan Kementerian BUMN, Jalan Merdeka Selatan No.13, Jakarta Pusat, sebelum bergerak menuju dua titik utama tersebut.
Tuntutan Utama Buruh:
- Pembatalan kebijakan yang menghapus Tunjangan Pangan (TP), Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP), iuran BPJS Kesehatan, serta sumbangan Hang Duka bagi pensiunan.
- Penghapusan sistem kemitraan kerja dan pengalihan ke status kerja formal (PKWTT/PKWT).
- Penolakan sistem KRIS BPJS Kesehatan yang dianggap merugikan pekerja dan rakyat kecil.
Para peserta aksi diimbau mengenakan pakaian berwarna oranye atau atribut resmi organisasi masing-masing. Ferri juga menegaskan bahwa aksi akan digelar secara damai, konstitusional, dan bertanggung jawab, dengan merujuk pada dasar hukum seperti UU No. 9 Tahun 1998, UU No. 21 Tahun 2000, serta konvensi internasional tentang hak sipil dan politik.
Aksi ini diperkirakan akan menyita perhatian publik dan pemangku kebijakan, terutama menjelang masa transisi pemerintahan dan dinamika pembahasan anggaran serta program kesejahteraan nasional.
Para buruh berharap suara mereka didengar, dan hak-hak yang telah diperjuangkan selama puluhan tahun tidak dikorbankan oleh kebijakan yang tidak berpihak.


