JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih terus melanjutkan kebijakan kontroversialnya terkait pendidikan di AS. Donald Trump beberapa kali membuat peraturan yang secara jelas menghalangi langkah mahasiswa-mahasiswa internasional, terutama mahasiswa dari China.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan bahwa Amerika Serikat akan mulai secara keras mencabut visa pelajar dari China, termasuk mereka yang memiliki hubungan dengan Partai Komunis China, atau yang belajar di bidang-bidang pentik.
“Departemen Luar Negeri Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk secara agresif mencabut visa bagi pelajar China,” kata Rubio, dikutip Holopis.com, Kamis (29/5).
Sementara itu Kementerian Besar China di Amerika Serikat belum memberikan permintaan secara cepat. Tetapi sebelumnya Kementerian Luar Negeri China sudah berjanji membela dan melindungi hak serta kepentingan yang sah kepada para mahasiswanya di luar negeri.
Apalagi ketika Donald Trump memerintah Universitas Harvard untuk menerima mahasiwa internasional, sedangkan mayoritas mahasiswa internasional di Universitas Harvard berasal dari China.
Perang Dagang Amerika Serikat – China
Sebagai informasi Sobat Holopis, China memang menjadi pusat perang dagang global Donald Trump yang sudah mengguncang pasar keuangan, mengacaukan rantai pasokan, hingga memicu risiko penurunan tajam ekonomi global.
Persaingan geopolitik antara AS dan China pun meningkat dan dinilai analisis sebagai bentuk baru dari perang dingin. Badan-badan Kongres AS kemudian meningkatkan pengawasan terhadap pengaruh yang disebabkan China dan transfer teknologi di perguruan tinggi dan Unviersitas Amerika Serikat.
Karena itu lah, Donald Trump pun diduga menargetkan mahasiswa-mahasiswa China di AS, dengan membuat peraturan terhadap mahasiswa internasional di sana.
Padahal mahasiswa internasional, yaiitu India dan China adapah penyumbang 54% dari mahasiswa di universitas, dan berkontirbusi puluhan milira dollar terhadap perekonomian Amerika Serikat di tahun 2023.


