JAKARTA – Ulama besar Indonesia dan Guru Besar bidang tafsir, Quraish Shihab berpendapat bahwa turunnya hujan saat menantunya, Ibrahim Sjarief Assegaf dimakamkan, merupakan rahmat dari Allah SWT.
Ayah kandung dari jurnalis Najwa Shihab menemui para awak media dengan tenang, saat berada di TPU Jeruk Purut ketika sedang diguyur hujan pada hari Rabu 21 Mei 2025 pagi.
“Bagi saya, ini tanda rahmat Tuhan. Tuhan berfirman dalam Al-Qur’an, orang-orang yang durhaka itu, langit tidak menangis buat dia, tidak turun hujan,” kata Quraish Shihab kepada awak media, dikutip Holopis.com, Rabu (21/5).
Quraish kemudian mengatkaan bahwa orang yang dicintai Tuhan, berarti pemakamannya akan dituruni hujan, seolah-olah langit menangisi kepergiannya.
“Jadi berarti orang yang dicintai Tuhan, ketika dimakamkan hujan turun,” sambungnya.
Kondisi Najwa Shihab Saat Ini
Quraish Shihab juga memberikan waktu singkat untuk menjelaskan bagaimana kondisi terkini dari putrinya tersebut. Mantan Menteri Agama Indonesia itu mengatakan bahwa Najwa Shihab saat ini dalam keadaan yang pasrah, dan ikhlas dengan ketentuan Allah SWT.
“Baik-baik, pasrah, legowo. Ikhlas. Semua apa yang ditentukan Tuhan, itu yang terbaik,” kata Quraish Shihab.
Sebagai informasi, Najwa Shihab dan Ibrahim Sjarief Assegaf menikah pada 1997 setelah bertemu di Universitas Indonesia. Keduanya pun memiliki seorang anak laki-laki dari pernikahan yang mereka bangun selama 28 tahun.
Pernikahan mereka dikenal harmonis dan jauh dari sorotan negatif. Ibrahim Assegaf merupakan Komisaris Utama media Narasi.


