JAKARTA – Mantan Presiden Amerika Serikat Joe Biden didiagnosis mengidap kankter prostat yang ganas. Kantor Joe Biden kemudian mengumumkan bahwa sel kanker yang ditemukan pada Presiden Amerika Serikat ke-46 tersebut sudah sampai ke tulang-tulang. Meski demikian, pihak keluarga Biden akan mencari cara untuk menyembuhkan Joe Biden.
“Meskipun ini merupakan bentuk penyakit yang lebih aresif, kanker tampaknya sensitif terhadap hormon yang memungkinkan penanganan yang efektif,” kata kantor Joe Biden, dikutip Holopis.com, Senin (19/5).
Sebagai informasi, kanker yang sudah tersebar atau bermetastasis, dianggap sebagai stadium 4 yang paling lanjut. Sementara itu sebagian besar kanker psrostat biasanya terdeteksi pada stadium awal.
Perlu diketahui Sobat Holopis, kesehatan fisik Joe Biden memang sudah menjadi sorotan publik sejak masa kepresidenannya, tahun 2021 hingga 2024. Setelah sempat maju untuk pemilihan presiden berikutnya, bahkan sempat mengikuti debat bersama Donald Trump di ronde awal, Joe Biden tiba-tiba mengundurkan diri dan memberikan ‘kursi balap’-nya ke mantan Wakil Presiden AS, Kamala ‘Harris.
Reaksi Donald Trump
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kerap kali mencaci dan memberikan kritikan terhadap Joe Biden mengaku turut bersimpati atas kabar penyakit Joe Biden tersebut. Dalam sebuah unggahan media sosialnya di Truth Social.
“Melania dan saya bersedih mendengar diagnosis medis terbaru Joe Biden,” demikian disampaikan Donald Trump.
Ia kemudian berharap agar Joe Biden dan keluarga mendapatkan harapan terbaik, dan mendoakan Joe Biden agar cepat sembuh.
“Kami menyampaikan harapan terbaik dan terhangat kami kepada Jill dan keluarga, dan kami mendoakan Joe agar cepat pulih dan sukses,” kata Trump.
Sekedar informasi, Joe Biden pernah kehilangan anaknya, Beau Biden di tahun 2015 yang meninggal dunia karena kaner otak. Di tahun 2022 Joe Biden kembali menghidupkan program era Presiden Obama yang disebut sebagai Cancer Moonshot, sebuah program yang bertujuan untuk mengurangi angka kematian akibat kanker setidaknya 50 persen selama 25 tahun ke depan.
Namun, pemerintahan Donald Trump memangkas dana penelitian kanker sebesar 31 persen dalam tiga bulan pertama di tahun 2025. Hal tersebut berdasarkan laporan dari Senat.

