JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menghadiri penutupan Muktamar ke-15 Persatuan Ummat Islam (PUI) di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jl. Pangeran Diponegoro No. 30, Medan Polonia, Kamis (15/5).
Mengawali sambutannya, Gibran menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh hadirin, serta mengucapkan selamat atas terselenggaranya muktamar yang mengusung tema “Membangun Kemandirian, Memajukan Indonesia”. Ia menegaskan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan, khususnya PUI, dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
“Bapak-Ibu, saya berpesan [bahwa] peran PUI sebagai salah satu ormas Islam terbesar sangat penting untuk mendorong pemanfaatan pembangunan bagi kemajuan bersama, tidak hanya di Sumut, tapi seluruh Indonesia,” kata Gibran dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com.
Gibran menjelaskan bahwa Sumatera Utara memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional. Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di luar Pulau Jawa, Sumut diharapkan dapat berkontribusi besar dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat melalui gerakan-gerakan ormas seperti PUI.
“Oleh sebab itu, saya mengapresiasi, menghargai dedikasi dan komitmen PUI selama ini dalam menjaga persatuan dan mendorong kemajuan bangsa,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wapres juga menyoroti peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Pangan (GNWP) sebagai bentuk kontribusi nyata PUI dalam mendukung misi Kepala Negara mewujudkan ketahanan pangan nasional. Ia menilai inisiatif ini sangat relevan dengan fokus pemerintah saat ini.
“Saya rasa ini luar biasa sekali karena inovasi-inovasi seperti ini, inisiatif-inisiatif seperti ini yang perlu terus didorong. Kebetulan minggu lalu saya baru saja ke NTT. Fokusnya sama juga, pangan. Jadi, Pak Presiden ini sangat-sangat fokus pada swasembada pangan,” tukasnya.
“Kami mohon untuk keluarga PUI untuk terus bersinergi melalui program Gerakan Nasional Wakaf Pangan tadi,” imbuhnya.
Selain isu pangan, Wapres juga menanggapi persoalan penyalahgunaan narkoba di Sumut, yang sebelumnya disampaikan oleh Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution. Wapres mendorong agar PUI turut serta dalam menangani persoalan ini melalui jaringan pendidikan yang dimiliki.
“Masalah narkoba, Nah, ini PUI bisa digandeng, Pak Gubernur. Mungkin ada Gubernur Jawa Barat yang mengirim anak-anak bandel ke barak. Nah, ini bisa dikirim ke pondok-pondok pesantrennya PUI,” ucapnya.
Sebagai penutup, Wapres mengapresiasi berbagai pembangunan infrastruktur di Sumatera Utara yang bertujuan mendukung konektivitas dan kemajuan daerah, termasuk pembangunan underpass Gatot Subroto di Medan.
“Harapannya, semua ini dapat memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan menjadi pendorong aktivitas ekonomi bagi kemakmuran bersama,” tandasnya.

