JAKARTA – PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengecam keras aksi pelemparan baru oleh oknum supporter terhadap bus Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan. PT LIB ingin bahwa insiden tersebut diusut dengan setuntas-tuntasnya.
Seperti yang telah diketahui bersama, bus Persik Kediri mengalami insiden pelemparan batu ketika hendak meninggalkan Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Minggu (11/5).
Dalam pertandingannya itu sendiri, tuan rumah Arema FC memang kandas dengan skor 3-0 tanpa balas atas Persik Kediri. Hasil itu disinyalir yang mendasari tindakan pelemparan batu oleh sejumlah oknum supporter kepada bus Persik selepas laga.
“Kami sangat menyesalkan insiden tersebut. Bagi kami, itu sangat memalukan. Sejak awal kami selalu menghimbau kepada semua pihak agar selalu menjunjung sikap tinggi fair play dan respek. Kita semua adalah saudara,” tegas Direktur Operasional PT LIB, Asep Saputra, sebagaimana informasi yang dikutip Holopis.com.
Lebih lanjut, PT LIB ingin pihak berwajib mengusut tuntas kejadian tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“LIB uga meminta pihak keamanan setempat untuk mengusut tuntas insiden tersebut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang ada,” tambahnya.
Sementara mengenai potensi sanksi yang akan diterima Arema FC, PT LIB belum bisa menyampaikannya. “Setelah itu akan kami komunikasikan dengan Komite Disiplin PSSI,” ujarnya lagi.
Sebagai informasi tambahan, pertandingan antara Arema FC vs Persik pada pekan ke-32 Liga 1 itu merupakan momentum bagi Singo Edan berlaga kembali di Stadion Kanjuruhan.
Mengingat, Arema FC harus main di kandang lain selepas tragedi Kanjuruhan Oktober 2022 lalu. Akan tetapi, laga comeback itu diiringi dengan hal yang tidak layak untuk sepakbola Indonesia.


