Polri Sebut Mahasiswi ITB Minta Maaf dan Menyesal

0 Shares

JAKARTA – Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa mahasiswi Institut Teknologi Bandung (ITB) berinisial SSS menyampaikan penyesalannya serta meminta maaf atas tindakannya mengunggah meme Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) “berciuman” di media sosial.

Trunoyudo mengatakan permohonan maaf tersangka disampaikan melalui kuasa hukum dan orang tuanya. Pihak keluarga juga meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan.

- Advertisement -Hosting Terbaik

“Juga permohonan maaf ditujukan kepada Bapak Prabowo dan Bapak Jokowi serta kepada pihak ITB di mana yang bersangkutan sangat menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatannya,” ujar Trunoyudo di Bareskrim Polri, Jakarta, Minggu (11/5/2025) malam.

Atas dasar itulah, Bareskrim Polri akhirnya memutuskan menangguhkan penahanan SSS meski sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mahasiswi itu ditangkap pada 7 Mei 2025, setelah viral meme Prabowo dan Jokowi “berciuman”.

- Advertisement -

Trunoyudo mengatakan Polri mempertimbangkan aspek kemanusiaan dalam memutuskan penangguhan penahanan mahasiswi SSS serta memberinya kesempatan melanjutkan pendidikannya.

Sementara itu, berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mengawal kasus tersebut serta pendampingan dari Kementerian Pendidikan Tinggi dan Saintek. ITB memastikan bakal melanjutkan pembinaan akademik kepada SSS, mahasiswi pembuat meme Prabowo dan Jokowi.

“Mahasiswi SSS telah mendapatkan penangguhan penahanan oleh kepolisian, ITB akan melanjutkan proses pembinaan akademik dan karakter terhadap yang bersangkutan,” kata Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB Nurlaela Arief dalam keterangannya.

ITB berkomitmen mendidik, mendampingi, dan membina SSS untuk menjadi pribadi dewasa yang bertanggung jawab, mengutamakan adab dan etika dalam berpendapat dan berekspresi, yang dilandasi dengan nilai kebangsaan. ITB juga akan menguatkan literasi digital, hukum, dan etika berkomunikasi di berbagai media termasuk dalam diskusi terbuka, kuliah umum.

“ITB mendorong seluruh civitas academica untuk menjadikan peristiwa ini sebagai refleksi bersama, bahwa kebebasan berekspresi adalah hak setiap warga negara, namun harus dijalankan dengan tanggung jawab, pemahaman hukum, serta penghormatan terhadap hak, dan martabat orang lain,” ujar Nurlaela.

Menyikapi kasus meme Prabowo dan Jokowi, ITB memastikan akan terus berupaya menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan berkualitas. Selain itu, ITB tetap akan memberi ruang bagi kebebasan berkumpul, berpendapat, dan berekspresi, memberikan kajian namun tetap sopan, beretika, dan bertanggung jawab.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis