JAKARTA – BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) memutuskan untuk melakukan perpanjangan pelaksanaan OMC (operasi modifikasi cuaca) di Provinsi Riau.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan, perpanjangan ini dilakukan setelah sebelumnya OMC telah dilakukan sejak tanggal 1 hingga 7 Mei 2025.
“Rencana perpanjangan OMC lima hari kedepan dengan mempertimbangkan masih adanya potensi awan hujan yang bisa diturunkan untuk memaksimalkan upaya pembasahan,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (8/5).
Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan dukungan penangangan siaga darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau sesuai hasil Rapat Koordinasi beberapa waktu lalu.
Operasi yang sebelumnya dipusatkan di Base Ops. Lanud Roesmin Nurjadin, Riau tersebut dilaksanakan oleh BNPB dengan dukungan dari BMKG dan TNI Angkatan Udara.
Hal ini sesuai dengan arahan Kepala BNPB Letjen Suharyanto dalam Rakor Karhutla yaitu BNPB berperan dalam dukungan armada helikopter water bombing dan operasi modifikasi cuaca, BMKG sebagai penyedia data dan informasi berbasis teknologi satelit, dan unsur TNI memiliki kewenangan mengatur keamanan wilayah strategis militer.
Selama tujuh hari, satu unit pesawat caravan bernomor lambung PK-DPI disiagakan dalam upaya rekayasa cuaca untuk pembasahan lahan gambut dan pengisian embung-embung cadangan air. Total jam realisasi terbang OMC tahap I mencapai 15 jam 12 menit dengan total bahan semai sebanyak 5,6 ton Natrium Klorida (NaCl).
Hingga Rabu (7/5) terpantau wilayah Provinsi Riau nihil kejadian karhutla. Pantauan udara harian tidak menemukan hot spot di titik rawan potensi risiko karhutla.
Sementara itu, BMKG turut mengeluarkan prakiraan cuaca dan peringatan dini untuk wilayah Riau masih berpotensi terjadi Hujan Sedang-Lebat yang dapat disertai Kilat/Petir pada hari ini.


