JAKARTA – Pemilik warung di puncak Gunung Lawu, Mbok Yem meninggal dunia pada hari Rabu (23/4) di usia 82 tahun. Ia meninggal dunia di kediamannya yang terletak di Desa Gonggang, Magetan, Jawa Timur, dan langsung dikonfirmasi oleh Kepala Dusun Cemoro Sewu, Agus.
“Saya dapat kabar tapi sekitar pukul 15.30,” kata Agus, kembali dikutip Holopis.com, Kamis (24/4).
Namun bagi Sobat Holopis yang tidak terlalu mengenal Mbok Yem, mungkin penasaran dengan sosok wanita yang sudah lama menjadi pemiliki warung di Gunung Lawu tersebut.
Siapakah Sosok Mbok Yem
Bagi para pencinta alam, mungkin sudah mengetahui Mbok Yem. Ternyata, Mbok Yem adalah satu-satunya pemilik warung di Gunung Lawu. Tak hanya satu-satunya, Mbok Yem juga sudah mendedikasikan hidupnya untuk menemani dan memenuhi kebutuhan para penicinta alam yang berada di Gunung Lawu.
Hal itu dijelaskan oleh salah satu relawan Anak Gunung Lawu (AGL), Budi. Dijelaskan Budi, Mbok Yem sudah berjualan di Gunung Lawu selama puluhan tahun. Tak tanggung-tanggung mulai dari jualan kopi dan jamu, ia kemudian mendirikan warung yang menjual berbagai hidangan masakan Indonesia seperti soto, nasi pecel, mie instan, dan lain-lain.
“Seingatku tahun 1998, saya naik sama orang tua, Mbok Yem sudah ada di sana, mungkin jualannya sekitar tahun 1980,” kata Budi.
Ia mengatakan Mbok Yem adalah sosok yang tidak bisa dilupakan. Tak hanya berjualan, Mbok Yem juga menunjukkan rasa pedulinya terhadap orang-orang di sana.
“Dulu saya mengantar tamu, tamuku digigit monyetnya Mbok Yem. Mbok Yem kasih yang untuk berobat, tapi saya dan tamuku tidak mau,” ujarnya.
Sakit Saat Awal Ramadan
Mbok Yem ternyata sudah sakit sejak awal Ramadan tahun ini, dan sempat dirawat di RSI Aisyiyah Ponorogo. Namun wanita bernama asli Wakiyem itu meninggal dunia di rumahnya.


