JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyoroti pentingnya bonus demografi sebagai peluang emas yang hanya terjadi satu kali dalam sejarah peradaban bangsa.
Dalam video bertajuk “Giliran Kita”, Gibran menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sedang berada di momen yang sangat menentukan di tengah berbagai tantangan global.
“Saat ini, Indonesia berada dalam momen yang sangat menentukan. Berada di tengah beragamnya tantangan global, baik itu ekonomi, perang dagang, geopolitik, maupun perubahan iklim yang membawa perubahan di berbagai sektor,” ujar Gibran dalam pernyataannya, seperti dikutip Holopis.com, Sabtu (19/4).
Namun, menurut Gibran, tantangan tersebut seharusnya tidak menghalangi langkah bangsa untuk terus tumbuh dan adaptif. Justru, ia menegaskan bahwa peluang Indonesia jauh lebih besar jika mampu mengelola kondisi dengan baik, terutama dengan memanfaatkan momentum bonus demografi.
“Ya, Indonesia akan mendapatkan puncak Bonus Demografi di tahun 2030 sampai tahun 2045. Sebuah kondisi yang terjadi hanya satu kali dalam sejarah peradaban sebuah bangsa,” jelasnya.
Ia menambahkan, sekitar 208 juta penduduk Indonesia akan berada dalam usia produktif pada periode tersebut. Dia pun menekankan, bahwa generasi muda tidak boleh hanya dianggap sebagai angka statistik dalam laporan sensus, tetapi harus menjadi subjek utama dalam pembangunan.
“Ini adalah peluang besar kita, ini adalah kesempatan emas kita untuk mengelola Bonus Demografi agar bukan menjadi sekedar bonus, bukan menjadi sekedar angka statistik yang fantastis, tapi justru sebagai jawaban untuk masa depan Indonesia,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Gibran juga menyoroti peran anak muda dalam membuktikan kemampuan mereka. Ia menyebutkan keberhasilan animator muda Indonesia melalui film “Jumbo” yang berhasil menembus 4 juta penonton dan akan tayang di 17 negara, serta keberhasilan timnas U-17 lolos ke Piala Dunia.
“Kita lihat sendiri saat ini, banyak anak-anak muda kita yang sudah tampil di garis depan,” ujarnya.
Pernyataan ini mencerminkan betapa pentingnya kesiapan generasi muda dalam menyambut bonus demografi, yang merupakan kesempatan emas bagi bangsa Indonesia.
Untuk itu, Gibran berharap generasi ini tidak hanya menjadi pengisi struktur usia, tetapi menjadi agen perubahan dan pemimpin masa depan Indonesia.
“Kita butuh kolaborasi, kita butuh persatuan, kita butuh budaya kompetisi yang saling membangun. Kita butuh ruang untuk tumbuh sehingga Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang lebih terang dapat kita wujudkan bersama-sama,” pungkasnya.

