JAKARTA – Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, bahwa siswa yang masuk Sekolah Rakyat nantinya akan melalui sejumlah tahap, salah satunya tahap orientasi.
Tahap tersebut nantinya akan dilakukan oleh para calon siswa yang telah memenuhi persyaratan dalam tahap administrasi.
Dia mengungkapkan, bahwa Presiden Prabowo Subianto menginginkan adanya matrikulasi ataupun adaptasi untuk mengetahui karakter dan mental para calon siswa.
“Nanti ada proses selanjutnya, ada psikolognya juga, nanti kita akan mengetahui tentang karakter dan mental. Maka itu lah Presiden ingin ada semacam matrikulasi atau adaptasi, orientasi,” kata Mensos dalam keterangannya, seperti dikutip Holopis.com, Jumat (21/3).
Gus Ipul menyebut, proses orientasi yang dilakukan calon siswa akan memakan waktu yang cukup lama, yakni sekitar 6 bulan. Dia beralasan hal ini dilakukan untuk menyamakan frekuensi dan membuat siswa memiliki kesiapan mental yang setara.
“Agar satu rombel memiliki kesiapan mental yang sama, paling enggak pemahaman dasarnya sudah sama,” ujarnya.
Di sisi lain, dia mengungkap bahwa Sekolah Rakyat juga terbuka untuk siswa penyandang disabilitas. Menurutnya, komitmen tersebut menjadikan programnya tak hanya berdampak pada sekelompok tertentu saja.
Sebelumnya, Gus Ipul memastikan sudah ada 53 lokasi yang siap untuk menyelenggarakan sekolah rakyat gagasan Presiden Prabowo Subianto.
“Kami melaporkan per hari ini sudah ada lebih dari 50 lokasi, 53 lokasi tepatnya, yang siap untuk menyelenggarakan Sekolah Rakyat ini,” ujar Mensos dalam siaran pers, seperti dikutip Holopis.com, Selasa (11/3).
Namun demikian, jumlah lokasi tersebut akan terus bertambah, seiring dengan koordinasi dengan gubernur, bupati, hingga walikota.
Mensos menyebutkan bahwa program ini akan mulai berjalan paling cepat pada Juli 2025, yakni saat memasuki tahun ajaran 2025-2026. Sekolah rakyat inj recananya bakal dilaksanakan di daerah yang sudah siap infrastruktur dan penunjangnya.
“Secara sarana dan prasarana, kami sudah siap di 41 Sentra dan Balai milik Kemensos. Kemudian di Jatim ada 9, terus ada 2 universitas dan 1 di Sumatera Barat. Total 53 lokasi yang sudah siap,” ucap Gus Ipul, sapaan akrab Mensos Saifullah Yusuf.
Menurut Gus lpul, Presiden Prabowo meminta agar program ini terus dimatangkan dan bisa mencakup sebanyak mungkin daerah.
“Pada prinsipnya Presiden meminta apa yang telah kami rencanakan itu terus dimatangkan, ditindaklanjuti, dan sebanyak mungkin daerah yang bisa berpartisipasi pada kesempatan pertama ini,” ucapnya.


