JAKARTA – Gempa bumi dengan kekuatan 5,5 magmitudo mengguncang sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, gempa yang terjadi pada Selasa (18/3) itu menyebabkan sejumlah kerusakan.
“Kerugian materil meliputi dua unit rumah dan satu akses jalan Nasional Tarutung – Sipirok tertimbun longsor,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (19/3).
Selain itu, Abdul menjelaskan kerusakan lainnya juga meliputi satu unit fasilitas pendidikan rusak ringan, tiga unit fasilitas pendidikan rusak sedang, satu unit fasilitas pendidikan rusak berat, dua unit fasilitas ibadah terdampak.
“Satu unit rumah rusak ringan, satu bronjong rusak berat dan dua jalan penghubung desa mengalami keretakan,” jelasnya.
Abdul menjelaskan bahwa satu orang mengalami luka-luka dan satu orang meninggal dunia akibat peristiwa ini. Oleh karena itu, BPBD dan tim gabungan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor dan perbaikan tiang listrik yang tumbang di beberapa lokasi terdampak gempabumi.
Adapun gempa susulan terjadi sebanyak empat kali pada hari yang sama dengan waktu yang berdekatan pada pukul 06.34 berkekuatan M2,1; pukul 06.35 berkekuatan M2,2; pukul 06.41 berkekuatan 2,2; serta pukul 06.46 berkekuatan M3,4.
Untuk mengantisipasi bencana gempabumi, Abdul menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan jangan panik.
“Ketika gempa berlangsung dapat berlindung di bawah meja yang kuat, menghindari material kaca, evakuasi ke luar rumah atau lapangan terbuka ketika gempa sudah berhenti. Waspadai potensi gempa susulan, ikuti informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan instruksi dari pihak berwenang,” imbaunya.

