JAKARTA – Isu sejumlah oknum organisasi masyarakat (Ormas) yang meminta tunjangan hari raya (THR) kepada perusahaan di bulan Ramadan viral di media sosial, memicu sorotan publik.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Riza, akhirnya angkat bicara dan menyerukan agar para Ormas sadar untuk menjalani proses yang benar tanpa meminta-minta.
“Kita minta kesadaran para Ormas, jangan pikirkan rencana sesaat untuk mendapatkan sesuatu, tapi lakukan dengan benar melalui proses yang benar, jangan meminta-minta kepada perusahaan. Kita ingat bahwa perusahaan itu memiliki dampak besar buat perekonomian nasional,” tegas Faisol dalam keterangan yang dikutip Holopis.com, Sabtu (15/3).
Faisol juga menekankan peran penting perusahaan dalam menggerakkan roda ekonomi nasional.
“Perusahaan-perusahaan ini akan menjadi ujung tombak memberikan multiplier efek kepada perekonomian nasional. Mereka yang bekerja di perusahaan-perusahaan ini kembali ke keluarga, membawa gaji bulanan memberikan penghidupan pada keluarga,” lanjutnya.
Menurutnya, tindakan oknum Ormas yang memaksa perusahaan untuk memberikan sumbangan besar dapat berdampak negatif pada investasi, industri, hingga ekonomi bangsa secara keseluruhan.
“Kalau oknum dari Ormas memaksa perusahaan-perusahaan ini untuk menarik iuran yang menyebabkan industri atau investor merasa tidak nyaman akan merugikan kita semua, merugikan bangsa ini, merugikan perekonomian,” kata Faisol dengan tegas.
Sebagai solusi, Faisol mendorong Ormas untuk mengubah pendekatan mereka, salah satunya dengan menawarkan kerja sama yang produktif, seperti bergabung menjadi karyawan di perusahaan.
“Ayo masuk menjadi karyawan di perusahaan,” pungkasnya.


