JAKARTA – Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung-Rano Karno menemui Jaksa Agung, Sanitiar Burhanuddin di kantornya, Jumat (7/3). Kedatanganya tersebut untuk meminta pendampingan dalam pelaksaan pembangunan Jakarta.
Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung mengatakan, pihaknya memerlukan pendampingan dari Kejaksaan Agung terkait proses pembangunan yang tengah dilakukan. Pasalnya, Jakarta mendapat anggaran yang cukup besar sebagai rawan potensi korupsi.
Menurutnya Jakarta merupakan pusat perekonomian global dan episentrum ekonomi Indonesia. Selain itu, juga karena Jakarta mempunyai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang tinggi jika dibandingkan daerah lain.
“Jakarta memberikan kontribusi terbesar dibandingkan dengan daerah lainnya, Sebelas persen PDB, dan APBD nya lebih dari 91 Triliun, tentunya kami membutuhkan pendampingan,” ujar Pram
Lebih jauh Ia mengatakan, pihaknya memerlukan pendampingan. Supaya di dalam keputusannya di kemudian hari tidak ada ruang, lubang, bagi siapapun yang ingin memanfaatkan itu.
“Dan kami bersyukur Bapak Jaksa Agung menyambut dengan sangat baik dan beliau berkenan untuk melakukan pendampingan,” imbuhnya
Sementara itu Jaksa Agung, Sanitiar Burhanuddin mengapresiasi maksud dan tujuan tersebut.
“Tapi yang utamanya adalah beliau meminta kepada kejaksaan untuk pendampingan-pendampingan. Agar di dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan khususnya Jakarta tidak ada hal-hal yang akan bertentangan dengan peraturan perundangan-undangan,” terangnya.
Ia berharap pendampingan yang dilakukan nantinya dapat menghindari atau mencegak praktek korupsi, sehingga semua anggaran untuk pembangunan dapat dialokasikan tepat sasaran.
“Semoga ini langkah awal yang lebih baik untuk Jakarta,” tutupnya.


