JAKARTA – Bencana banjir melanda ratusan rumah warga yang ada di Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah semenjak beberapa hari yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, banjir setidaknya merendam 113 unit rumah di Kota Surakarta.
“Peristiwa ini terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (25/2).
Adapun lokasi kejadian berada di Kelurahan Sangkrah dan Kelurahan Sewu di Kecamatan Pasar Kliwon dan Kelurahan Jebres di Kecamatan Jebres.
Berdasarkan data yang diterima, selain 113 rumah terendam, sebanyak 163 KK atau 315 warga dilaporkan terdampak.
“Sedangkan untuk tenda pengungsian sudah didirikan terletak di bantaran Sungai Bengawan Solo. Adapun jumlah pengungsi, masih dalam pendataan,” ujarnya.
Abdul memastikan bahwa BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BPBD Kota Surakarta serta seluruh instansi terkait, sudah melakukan koordinasi guna penanganan, evakuasi, dan pendistribusian logistic untuk para warga terdampak.
“Sampai saat ini dilaporkan banjir sudah berangsur surut dan para warga yang mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing,” ujarnya.
Prakiraan cuaca yang dirilis oleh instansi terkait selama tiga hari kedepan (28/2) menunjukkan bahwa cuaca di Kota Surakarta masih berpotensi hujan ringan hingga sedang.
Untuk itu, Abdul mengimbau kepada seluruh masyarakat dan Pemerintah Kota Surakarta agar selalu waspada potensi banjir susulan yang bisa terjadi.

