JAKARTA – Pada malam penuh apresiasi di Aula KWI Jakarta, tujuh ketua umum organisasi pemuda lintas iman dianugerahi Penghargaan Anugerah Apresiasi Sehati Seperjalanan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
Penghargaan ini diberikan karena mereka dianggap memberikan contoh teladan dalam membangun gerakan konkret lintas agama.
Mgr. Christophorus Tri Harsono, Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI, menyatakan bahwa momentum seperti ini perlu terus diciptakan dan diwujudkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun akar rumput.
Sementara itu Sekretaris Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) KWI, Romo Aloysius Budi Purnomo menyebutkan para ketua umum organisasi lintas agama tersebut telah menjadi contoh yang istimewa.
“Teman-teman muda ini menjadi contoh istimewa dalam permenungan saya, menjawab apa yang dianjurkan dalam pedoman untuk dialog dalam kebenaran dan kasih,” katnya dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (26/2).
Stefanus Gusma, Ketua Umum Pemuda Katolik, turut mengucapkan terima kasih atas penghargaan tersebut dan berharap menjadi motivasi tambahan bagi kader Pemuda Katolik se-Indonesia untuk terus merangkul semua pihak lintas iman dan lintas sektor dalam mewujudkan persatuan dan kedamaian di bumi Nusantara.
“Penghargaan ini bisa menjadi tambahan motivasi kepada seluruh kader Pemuda Katolik se-Indonesia untuk terus merangkul semua pihak lintas iman dan lintas sektor untuk mewujudkan persatuan dan kedamaian di bumi Nusantara ini,” ujarnya.
Para penerima penghargaan tersebut adalah Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla, Ketua Umum Pemuda Katolik (PK) Stefanus Gusma, Ketua Umum Pemuda Kristen (GAMKI) Sahat MP Sinurat, Ketua Umum Pemuda Hindu (Peradah) I Gede Ariawan, Ketua Umum Pemuda Budha (Gemabudhi) Bambang Patijaya, dan Ketua Umum Pemuda Konghucu (Gemaku) JS Kristan.
Acara penuh kehangatan dan semangat persatuan ini menjadi langkah awal bagi generasi muda untuk terus merangkul semua pihak demi kesatuan bangsa.

