JAKARTA – Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu bersikeras bahwa dirinya memang tidak mau ikut kegiatan retret kepala daerah yang dilakukan di Akmil Magelang.
Masinton sesumbar menyebut sebagian besar kepala daerah sudah memahami materi tentang kepemimpinan. Sehingga, dirinya sendiri tidak merasa rugi jika tidak ikut kegiatan yang diundang Presiden Prabowo Subianto.
“Sebenarnya nggak ada kerugian apapun. Ini lebih pada pembekalan-pembekalan yang sebelumnya sebagian sudah menerima, sudah memahami tentang kepemimpinan,” kata Masinton dalam keterangannya pada Sabtu (22/2).
Masinton sesumbar bahwa dalam kegiatan ret-ret tersebut hanya pendalaman materi yang sudah mereka terima selama ini.
“Ini kan lebih pada aspek-aspek pendalaman saja. Kalau secara mendasar semuanya sudah pada paham. Kalau secara mendasar mendasar semuanya pada paham sejak sekolah materi tentang wawasan kebangsaan, tentang nasionalisme,” klaimnya.
Menurut Masinton, di sekolah partai telah diajarkan tentang tata kelola pemerintahan.
“Kalau secara mendasar ya pastinya semuanya sudah memiliki basic kepemimpinan. Sifatnya pendalaman secara mendasar, kalau kami kader PDIP di sekolah partai sudah diajarkan. Bagaimana metodologi tentang struktur anggaran APBD pro rakyat,” umbarnya.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengeluarkan instruksi terbaru pasca penahanan Hasto Kristiyanto oleh KPK dalam dua kasus sekaligus, yakni suap terhadap Wahyu Setiawan, serta obstruction of justice terhadap penanganan kasus hukum Harun Masiku.
“Seluruh kebijakan dan instruksi Partai langsung berada di bawah kendali Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan,” tulis surat instruksi harian ketua umum menguktip Pasal 28 ayat 1 AD-ART PDIP yang tertanda tangan Megawati, Kamis (20/2/2025).
Dalam surat instruksi tersebut, Megawati meminta seluruh Kepala Daerah yang berasal dari PDIP untuk menghentikan langkah mereka mengikuti kegiatan retreat yang diselenggarakan oleh Presiden Prabowo Subinato di Akmil Magelang, Jawa Tengah.
“Kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk menunda perjalanan yang akan mengikuti retret di Magelang pada tanggal 21 – 28 Februari 2025,” tulis Megawati.
Bagi mereka yang sudah melakukan perjalanan menuju Kota Magelang agar segera menghentikan langkah mereka sembari menunggu arahan lebih lanjut dari dirinya.


