SUMENEP – Seorang ibu hamil, Siti Salihah (20), warga Desa Suka Jeruk, Pulau Masalembu, Sumenep, Jawa Timur, meninggal di atas kapal saat dirujuk ke rumah sakit di daratan Sumenep.
Diketahui kapal berlayar selama 15 jam, pada Kamis (6/2) sekira pukul 03.00 WIB – 19.30 WIB, dari Pelabuhan Masalembu ke Pelabuhan Kalianget, Sumenep.
“Biasanya sampai 12 jam nyampe, malah jadi 15 jam di perairan karena kan angin kencang,” ungkap Kabid Kesmas Dinkes Sumenep, Desy Febriyana, Jumat (7/2).
Desy menjelaskan, korban semula berangkat dengan kondisi baik, bahkan bisa berjalan sendiri tanpa mesti ditandu.
“Pasien tersebut sebenarnya mengalami resiko rendah, sehingga tidak ada indikasi dirujuk ke daratan. Tapi akhirnya tetap dirujuk,” sambungnya.
Di atas kapal, korban sempat mengeluh pusing akibat gelombang tinggi menerjang kapal.
“Pada saat proses persalinan, korban mengalami kesulitan. Jadi, ada perpanjangan, dari yang seharusnya lahir, tetapi belum,” tambahnya.
Tak lama kemudian, mulut korban mengeluarkan busa dan nyawanya tak tertolong bersama janinnya di atas kapal selama 12 jam.
“Ya wafat di kapal. Korban sudah dibawa kembali ke Masalembu,” katanya.
Sebagai informasi, Masalembu merupakan pulau yang jaraknya cukup jauh dari daratan Madura, terutama Kota Sumenep.
Di sana, pelayaran mengandalkan transportasi laut milik PT PELNI yang jadwal keberangkatannya di hari-hari tertentu.
Berhubung hanya ada satu Puskesmas, warga harus dirujuk ke daratan Sumenep, khususnya ibu hamil.

