JAKARTA – Meskipun gencatan senjata sudah lama dimulai antara Hamas dan juga Israel, namun korban luka-luka masih saja terjadi akibat konflik berkepanjangan tersebut. Setidaknya sebanyak 4 warga Palestina mengalami luka-luka akibat serangan Israel pada hari Minggu (2/2).
Serangan tersebut terjadi di sebuah kendaraan di jalan pantai yang terletak di sebelah barat kamp Nuseirat di bagian tengah Jalur Gaza.
Sementara itu, Militer Israel (IDF) mengaku bahwa mereka hanya menembaki sesuatu yang bergerak dan mencurigakan. Kendaraan yang bergerak tersebut disebut menuju Gaza Utara, di luar jalur inspeksi yang sudah ditetapkan di dalam perjanjian gencatan senjata.
“IDF (Pasukan Pertahanan Israel) siap menghadapi skenario apa pun dan akan terus mengambil tindaka apa pun yang diperlukan untuk menggagalkan segala ancaman langsung terhadap tentara IDF,” demikian disampaikan IDF, dikutip Holopis.com, Senin (3/2).
Sebagai informasi Sobat Holopis, beberapa warga Palestina dilaporkan meninggal dunia akibat tembakan Israel. Namun, tembakan itu terjadi setelah perjanjian gencatan senjata antara Israel dan juga Hamas yang sudah berlaku sejak 19 Januari silam.
Menurut Hamas, insiden ini sudah termasuk pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata.
Sekedar mengingatkan kembali Sobat holopis, fase pertama gencatan senjata akan berlangsung selama 42 hari. Pasukan Israel akan ditarik dan jauh dari area yang banyak masyarakat. Nantinya juga akan dilakukan pengembalian para sandera dan pertukaran sandera.
Sebelumnya, iming-iming gencatan senjata akan terjadi pada minggu ini sudah diumumkan oleh Amerika Serikat. Joe Biden dikabarkan juga sudah berbicara lewat telfon dengan PM Israel Benjamin Netanyahu terkait desakan gencatan senjata.

