Gempa Tektonik M5,1 Guncang Maluku, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

0 Shares

JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya bencana gempa tektonik berkekuatan M (magnitudo) 5,1 yang terjadi di wilayah Laut Banda, Maluku Tengah, pada Sabtu (1/1) pukul 01.11 WIB.

“Berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan, bahwa gempabumi itu memiliki parameter update dengan magnitudo M4,9,” ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip Holopis.com.

Episenter gempabumi dikatakan Daryono, terletak pada koordinat 6,85° LS ; 129,91° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 198 kilometer (km) arah barat laut Tanimbar, Maluku Tengah, Maluku pada kedalaman 165 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam slab lempeng Laut Banda.

Hasil analisis mekanisme sumber, lanjut Daryono, menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar naik (Oblique Thrust).

Gempa Maluku

- Advertisement -

“Hingga pukul 01.32 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock),” ujarnya.

Berdasarkan estimasi peta guncangan ( shakemap ), gempabumi ini menimbulkan guncangan di daerah Amahai, Maluku Tengah, Pulau-pulau Babar, Maluku Barat Daya dan Maluku Barat dengan skala intensitas III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ).

Hingga saat ini, BMKG belum mendapati adanya laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI,” tandasnya.

Kendati demikian, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diimbau agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” pungkas Daryono.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU