Gempa M5,2 Guncang Maluku, Begini Analisis BMKG

0 Shares

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo (M)5,2 mengguncang wilayah Teluk Tomini, Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/1) pukul 12.32 WIB.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyampaikan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,22° LS ; 125,21° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 127 Km arah Tenggara Kota Tutuyan, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 54 km dari permukan laut.

- Advertisement -Hosting Terbaik

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya deformasi batuan dalam Lempeng Laut Maluku,” terang Daryono dalam keterangan tertulis yang diterima Holopis.com, Kamis (2/1).

Kemudian dari hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, bahwa gempabumi dengan update magnitudo 4,9 tersebut memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust).

- Advertisement -

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), Daryono menyebut gempa menimbulkan guncangan di daerah Nuangan dan Pinolosian Timur dengan skala intensitas II – III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Kemudian gempa juga menimbulkan guncangan di daerah Motongkad, Bolaang Mongondow Timur dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI,” tandas Daryono.

Hingga pukul 12.50 WIB, lanjut Daryono, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Namun ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis