Senin, 23 Feb 2026
BREAKING
Senin, 23 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

TNI AU Bakal Diperkuat Radar Baru Produksi Perancis dan Ceko

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – TNI AU (Angkatan Udara) mengungkapkan bahwa wilayah udara Indonesia akan segera diperlengkapi radar yang lebih modern.

Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (WKSAU), Marsdya Andyawan Martono mengatakan, radar baru tersebut untuk menggantikan radar milik TNI AU yang terbilang sudah sangat usang.

- Advertisement -

“Ada beberapa yang nanti mengganti radar-radar kita yang lama. Radar kita yang lama teknologinya dari 1970-an, 1980-an, kita ganti,” kata Andyawan dalam keterangannya pada Rabu (10/7) seperti dikutip Holopis.com.

Andyawan mengungkapkan, radar yang dipesan dari Perancis dan Ceko itu akan ditempatkan di sejumlah wilayah udara Indonesia yang strategis.

- Advertisement -

“Cukup banyak nanti, Sorong ada, Jayapura juga ada Tambolaka ada, daerah Sumatera ada, lengkap semuanya,” ungkapnya.

Andywan kembali menjelaskan, radar-radar buatan Thales, Perancis, nantinya ditempatkan di kawasan yang berbeda dengan radar-radar buatan Retia, Ceko.

“Kami ada dua pengadaan dari Thales, satu lagi dari Eropa Timur sehingga nanti kita bagi yang di Eropa Timur di mana dan sebagian dari Eropa (Barat) sehingga nanti semua terkelompok,” jelasnya.

Andywan kemudian menjelaskan, untuk wilayah IKN Nusantara yang kelak menjadi Ibu Kota Negara, akan dilakukan pemasangan secara khusus.

“Penempatannya sudah kita rapatkan, tentunya nanti tidak di IKN-nya, tapi sekitar IKN, sehingga nanti bisa mem-back up wilayah udara di sekitar IKN,” bebernya.

“Kita juga sudah punya perspektif pertahanan udara di sekitar IKN, tidak hanya radar, tetapi itu ada penugasan pesawat di sana, air defense weapon ada di sana,” tambahnya.

Terkait proses pemasangan radar, Andyawan mengatakan akan berjalan bertahap setelah proses pengadaan dilakukan hampir setahun lalu.

“Kita sudah berkontrak dari tahun kemarin ini proses pengadaan kira kira 18 bulan setelah kontrak setelah itu baru datang satu per satu,” tuntasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru