MRT Jakarta Perluas Rekayasa Lalu Lintas Demi Kebut Fase II

0 Shares

HOLOPIS.COM, Jakarta – Pekerjaan konstruksi MRT Fase II terus dikebut, rekayasa lalu lintas semakin diperluas. Hal ini dilakukan merupakan bagian dari cakupan pekerjaan konstruksi MRT Jakarta Fase 2A Paket Kontrak 201 (CP 201) Bundaran Hotel Indonesia – Harmoni.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Ahmad Pratomo mengatakan, bahwa rekayasa lalulintas lanjutan sangat perlu dilakukan untuk menunjang selama masa konstruksi berlangsung.

“Terdapat beberapa pekerjaan di sekitar area konstruksi Stasiun Thamrin MRT Jakarta, antara lain temporary traffic decking dan penimbunan area stasiun bawah tanah (final backfill), serta persiapan pembangunan pintu masuk 5 Stasiun Thamrin (Entrance-5),” kata Pratomo dalam keterangannya, Rabu (5/6) seperti dikutip Holopis.com.

Untuk menunjang pekerjaan-pekerjaan tersebut, maka diperlukan manajemen rekayasa lalu lintas sebagai berikut:

1. Saat ini sampai 15 Juni 2024
a. Jl. M.H. Thamrin sisi barat (Arah Kota)

- Advertisement -

– Mulai dari depan Gedung Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) hingga depan Gedung Kementerian Agama, arus lalu lintas terdiri dari 3 lajur kendaraan reguler dan 1 lajur kendaraan campur (mixed traffic).

– Di depan Gedung Bank Indonesia, lajur kendaraan terdiri dari 2 lajur kendaraan reguler dan 1 lajur campur (mixed traffic).

– Untuk 1 lajur contraflow yang sebelumnya berada di sisi timur area kerja dari depan Gedung Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) hingga depan Gedung Bank Indonesia ditiadakan.

b. Jl MH Thamrin sisi timur(Arah Blok M)

– Mulai dari depan Gedung Kementerian ESDM hingga depan depan Thamrin 10 Food & Creative Park, arus lalu lintas terdiri dari 3 lajur kendaraan reguler dan 1 lajur campur (mixed traffic).

c. Simpang Jl. MH. Thamrin – Jl. Kebon Sirih

– Arus lalu lintas pada persimpangan Jl. M.H. Thamrin – Jl. Kebon Sirih tetap sama dengan kondisi saat ini, di mana pengendara dapat langsung menuju ke arah barat (Tanah Abang) dari arah timur (Gondangdia), begitu juga sebaliknya.

2. Periode 16 Juni 2024 – 15 Juli 2024

a. Jalan M.H. Thamrin sisi barat (arah Kota)

– Khusus di depan Gedung Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), akan dilakukan pengurangan 1 lajur untuk area konstruksi, sehingga lajur kendaraan ke arah Kota menjadi 2 lajur kendaraan reguler dan 1 lajur campur (mixed traffic).

– Di depan Gedung Kementerian Agama tetap terdiri dari 3 lajur kendaraan reguler dan 1 lajur campur (mixed traffic).

– Arus lalu lintas di depan Gedung Bank Indonesia tetap sama, yaitu terdiri dari 2 lajur kendaraan reguler dan 1 lajur campur (mixed traffic).

b. Jl MH Thamrin sisi timur (Arah Blok M)

– Mulai dari depan Gedung Kementerian ESDM hingga depan depan Thamrin 10 Food & Creative Park, lajur kendaraan tetap sama terdiri dari 3 lajur kendaraan reguler dan 1 lajur campur (mixed traffic), kecuali di depan Ex. Bank Bangkok yang terdiri dari 2 lajur kendaraan reguler dan 1 lajur campur (mixed traffic).

d. Simpang Jl M.H Thamrin – Jl Kebon Sirih

– Arus lalu lintas pada persimpangan Jl. M.H. Thamrin – Jl. Kebon Sirih tetap sama dengan konfigurasi lalu lintas sebelumnya.

3. Periode 16 Juli 2024 – 20 Agustus 2024
a. Jalan M.H. Thamrin sisi barat (arah Kota)

– Di depan Gedung Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) hingga depan Gedung Kementerian Agama tetap terdiri dari 3 lajur kendaraan reguler dan 1 lajur campur (mixed traffic).

– Di depan Gedung Bank Indonesia tetap sama dengan konfigurasi lalu lintas sebelumnya.

b. Jalan MH Thamrin sisi timur (arah Blok M)

– Mulai dari depan Gedung Kementerian ESDM hingga Thamrin 10 Food & Creative Park, lajur kendaraan terdiri terdiri dari 2 lajur kendaraan reguler dan 1 lajur campur (mixed traffic).

c. Persimpangan Jl. M.H. Thamrin – Jl. Kebon Sirih

– Arus lalu lintas pada persimpangan Jl. M.H. Thamrin – Jl. Kebon Sirih arah timur ke Gondangdia dan arah barat ke Tanah Abang yang semula 2 arah, akan berubah menjadi hanya 1 arah.

– Arus lalu lintas Jl. Kebon Sirih dari arah timur (Gondangdia) menuju arah barat (Tanah Abang) dialihkan. Kendaraan dari Gondangdia menuju arah Tanah Abang diarahkan untuk berputar balik di Bundaran HI atau beralih ke Jl. K.H. Wahid Hasyim untuk menghindari ruas ganjil-genap di Jl. M.H. Thamrin.

4. Periode 21 Agustus 2024 – 20 September 2024 a. Jalan M.H. Thamrin sisi barat (arah Kota)
– Mulai dari depan Gedung Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) hingga di depan Bank Indonesia, lajur kendaraan terdiri dari 3 lajur kendaraan reguler dan 1 lajur kendaraan campur (mixed traffic).

b. Jalan M.H. Thamrin sisi timur (arah Blok M)
* Mulai dari depan Gedung Kementerian ESDM hingga Thamrin 10 Food & Creative Park, lajur kendaraan terdiri dari 1 lajur kendaraan reguler dan 1 lajur campur (mixed traffic) di sisi timur area kerja. Selain itu terdapat juga 2 lajur kendaraan reguler di sisi barat area kerja (contra flow). Sehingga, total jumlah lajur kendaraan arah Blok M menjadi 3 lajur kendaraan reguler dan 1 lajur campur (mixed traffic).

c. Persimpangan Jl. M.H. Thamrin – Jl. Kebon Sirih

– Kondisi lalu lintas pada persimpangan Jalan M.H. Thamrin – Jl. Kebon Sirih tetap sama dengan konfigurasi lalu lintas sebelumnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Wuri Setyaningsih
Wuri Setyaningsih
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU