HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Rahmat Bagja mengatakan bahwa pihaknya sudah sangat belajar terhadap pelaksanaan Pemilu sebelumnya, salah satunya dalah menyikapi gempuran informasi di media sosial yang sukar dibendung.
“Kami belajar banyak pemilu sebelumnya, bagaimana tingginya intensitas pertempuran argumentasi di media sosial,” kata Bagja dalam keterangannya dalam diskusi virtual pada hari Jumat (10/11) seperti dikutip Holopis.com.
Karena derasnya informasi itu, Bagja mengingatkan bahwa masyarakat harus melek literasi digital agar tidak mudah terjebak hoaks atau disinformasi.
“Untuk itu, begitu penting untuk memastikan bahwa masyarakat bisa mencerna dan melakukan filtrasi terhadap informasi yang terlalu banyak dan cenderung menyesatkan, sehingga kemudian nantinya pemilih pemula bisa memilih dengan baik siapa pun pemimpin pilihannya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bagja juga berharap besar agar Pemilu 2024 berjalan dengan lancar, sekalipun kompetisi yang akan terjadi cukup keras antar belah pihak.
“Kami berharap juga, pemilu akan berakhir dengan baik meskipun kompetisi berlangsung keras, namun masyarakat tidak mengorbankan kesatuan dan ruang nalar kita,” pungkasnya.


