Bulog Kantongi Kontrak Impor 1 Juta Ton Beras dari Thailand-Myanmar

622
0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perum Bulog mengklaim telah mengantongi kontrak importasi beras sebanyak 1 juta ton yang terdiri dari empat negara di kawasan Asia.

“Saat ini kita sudah kontrak dengan beberapa negara yang produksinya masih banyak yaitu Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Myanmar,” kata Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Mokhamad Suyamto dalam keterangan tertulis yang dikutip Holopis.com, Jumat (3/11).

Dia menyebut, bahwa importasi 1 juta ton beras ini merupakan bagian dari tambahan kuota penugasan importasi 1,5 juta ton beras yang diberikan pemerintah pada tahun ini.

Selain dengan empat negara tersebut, perusahaan pelat merah RI yang bergerak di sektor pangan itu juga tengah menjajaki impor beras dengan negara lain, seperti India dan Kamboja.

Suyamto menyebut stok cadangan beras pemerintah yang dikuasai Bulog yang saat ini sebesa 1,45 juta ton tentu akan bertambah.

Dengan adanya tambahan beras impor ini, tentu jumlahnya akan semakin kuat untuk kebutuhan penyaluran hingga tahun depan.

- Advertisement -

“Kami melakukan pemantauan secara terus menerus di tengah situasi saat ini agar tetap terkendali,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, Perum Bulog telah mendatangkan 500.000 ton beras impor dari tambahan penugasan yang sebesar 1,5 juta ton.

Beras impor ini ditargetkan tiba di Indonesia paling lambat Desember 2023.

“Hari ini sudah terkontrak dari 1,5 juta (ton) itu 500.000 ton. Yang datang ke Indonesia 500.000 ton ini paling lambat adalah pertengahan Desember,” kata Buwas kepada awak media di Kantor Pusat Perum Bulog.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU