HOLOPIS.COM, JAKARTA – Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengatakan bahwa peristiwa cuaca ekstrem akan memiliki efek yang besar di benua Asia. Beberapa dampak yang akan terjadi, termasuk kekeringan hingga banjir dengan skala besar.
“Perubahan iklim sedang meningkat di Asia dan pasti akan memengaruhi ketahanan pangan dan ekosistem benua itu,” demikian disampaikan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), dikutip Holopis.com, Kamis (27/7).
Berdasarkan laporan terbaru organisasi tersebut, Asia disebutkan sebagai wilayah yang paling parah terkena dampak bencana di dunia.
Baca juga :
- PSSI Resmi Copot Indra Sjafri dari Kursi Kepelatihan Timnas U-20 Indonesia
- Sejarah Hari Rotary Club International, Komitmen Menuju Perdamaian Global
- Daftar Kepala Daerah dari PDIP, Absent dari Retreat Prabowo di Magelang
- Hasil Drawing Babak 16 Besar Liga Champions : Ada Derby Madrid, PSG vs Liverpool
- Jokowi Sarankan Kepala Daerah PDIP Cuekin Perintah Megawati!
Sebanyak 81 bencana yang terdiri dari cuaca, iklim, dan air tercatat tahun lalu di Asia merupakan dampak dari perbuahan iklim.
Bencana tersebut termasuk banjir di Pakistan yang sampai menewaskan lebih dari 1.500 orang, serta menggenangi sebagian besar wilayah di negara itu.
Sementara itu, China malah mengalami kebalikannya. China melewati kekeringan parah yang berdampak pada pasokan listrik serta ketersediaan air.
Lebih lanjut, WMO pun mengatakan bahwa sebagian besar gletser di wilayah Pegunungan Tinggi Asia telah kehilangan massa yang signifikan, sehingga menyebabkan akibat kondisi hangat serta kering pada tahun 2022 lalu.