HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan berencana untuk melakukan pertemuan dengan Managing Director Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva.
Pertemuan tersebut dilakukan guna membahas terkait kebijakan hilirisasi industri pertambangan dan mineral yang dijalakan Indonesia. Pasalnya, kebijakan tersebut ditentang oleh IMF, yang pada akhirnya menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Juru Bicara Menko Marves, Jodi Mahardi mengatakan, pertemuan Luhut dengan Bos IMF tersebut akan berlangsung di sela kunjungan Luhut ke Amerika Serikat (AS) pada awal Agustus 2023 mendatang.
Namun, ia masih belum bisa memastikan tanggal pasti pertemuan tersebut akan berlangsung.
“Nanti pada saat kunjungan Pak Menko ke AS, di sela-sela rangkaian pertemuannya juga akan menemui MD IMF (Kristalina Georgieva). Mungkin awal Agustus, nanti saya kabarin lagi,” kata Jodi kepada wartawan, Jumat (7/7) yang dikutip Holopis.com.
Sebagai informasi Sobat Holopis, IMF meminta pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan penghapusan secara bertahap larangan ekspor nikel dan tidak memperluasnya untuk komoditas lain.
Permintaan itu disampaikan IMF dalam laporannya yang bertajuk ‘IMF Executive Board Concludes 2023 Article IV Consultation with Indonesia’.
“Direksi (IMF) meminta untuk mempertimbangkan penghapusan pembatasan ekspor secara bertahap dan tidak memperluas pembatasan ke komoditas lain.” tulis IMF dalam laporannya.
IMF menilai kebijakan hilirisasi perlu mempertimbangkan masalah analisa biaya dan manfaat. IMF mengingatkan agar kebijakan hilirisasi tidak menimbulkan rambatan negatif di lintas batas.
“Biaya fiskal dalam hal penerimaan (negara) tahunan yang hilang saat ini tampak kecil dan ini harus dipantau sebagai bagian dari penilaian biaya-manfaat ini,” lanjut IMF.


