HOLOPIS.COM, JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, bahwa kasus Covid-19 di Indonesia, baik itu kasus positif, aktif maupun kematian, mengalami kenaikan sekitar dua kali lipat dalam enam minggu terakhir.
Tercatat, saat ini terdapat 30.000 kasus positif Covid-19 di Indonesia dalam seminggu terakhir. Padahal, enam minggu sebelumnya angka kasus positif Covid-19 mingguan berkisar 12.000 kasus hingga 19.000 kasus.
“Hal ini meningkatkan jumlah kasus aktif menjadi 37.000 kasus, di mana sebelumnya berkisar antara 17.000 sampai dengan 24.000 kasus aktif,” kata Wiku dalam konferensi pers yang dikutip Holopis.com, Kamis (10/11).
Selain peningkatan kasus aktif Covid-19, Wiku juga mencatat kasus kematian meningkat sebanyak 232 kasus dalam beberapa minggu terakhir.
Ditekankan, adanya tren peningkatan kasus dalam enam minggu terakhir ini perlu ditangani lebih lanjut baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah (pemda) utamanya di tingkat provinsi.
Wiku memberikan catatan khusus untuk tiga provinsi, dengan kasus tertinggi, yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan.
Untuk wilayah DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kasus positif tertinggi, yakni 11.422 kasus positif mingguan. Kemudian, Jawa Tengah menjadi yang tertinggi untuk kematian, yaitu 63 kematian mingguan serta Sumatera Selatan menjadi tertinggi untuk BOR mingguan, yaitu 22,83 persen.
Dikatakan Wiku, peningkatan kasus Covid-19 ini seiring dengan kembali berjalannya kegiatan ekonomi seperti sebelum adanya pandemi yang tidak dibarengi dengan protokol kesehatan (prokes).
Dia mengingatkan, bahwa prokes yang rendah menjadi pemicu utama kembali meningkatnya kasus Covid-19. Apalagi, berdasarkan data, terjadi kenaikan mobilitas hingga 29 persen untuk tempat rekreasi, perbelanjaan dan perkantoran.
Wuku pun mengimbau masyarakat agar tetap patuh menjalankan prokes sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19, serta segera melaksanakan vaksinasi dosis ketiga alias booster bagi yang belum.


