JAKARTA, HOLOPIS.COM – Vaksin sangat diperlukan untuk membentuk kekebalan tubuh atau antibodi terhadap penyakit tertentu.
Dalam hal ini, monkeypox atau cacar monyet yang merebak ke berbagai negara harus diantisipasi dengan vaksin.
Salah satu negara yang mendeteksi kasus cacar monyet yaitu Amerika Serikat (AS). Sejauh ini AS tercatat 21 kasus, dan mereka mulai menggunakan vaksin khusus cacar monyet bernama ACAM2000 dan JYNNEOS.
Semuanya kasus diinformasikan berangsur pulih dan mulai diperbolehkan pulang. “Kami memiliki lebih dari cukup vaksin yang tersedia,” ucap Dawn O’Connell, Asisten Sekretaris dilansir Channel News Asia, Senin (6/6).
Melansir dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), ada satu vaksin, JYNNEOS (juga dikenal sebagai Imvamune atau Imvanex), dilisensikan di Amerika Serikat untuk mencegah cacar monyet dan cacar.
Dijelaskan jika penggunaan vaksin cacar juga sangat membantu dalam pencegahan penyakit cacar monyet. Sementara, vaksin ACAM2000 menjadi vaksin kedua, yang digunakan untuk melawan cacar monyet.
Diketahui mengandung virus vaccinia hidup, dilisensikan untuk imunisasi pada orang berusia minimal 18 tahun dan berisiko tinggi terkena infeksi cacar.
Sementara itu, Menurut Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH saat ini Indonesia belum memiliki vaksin khusus cacar monyet. “Belum ada vaksin khusus cacar monyet,” kata dr Syahril, Senin (6/6).
Hal ini seiring dengan kasus cacar monyet, yang kasus belum ditemukan di Indonesia. Namun, Syahril mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap penyakit ini.
“Indonesia belum ada kasus konfirmasi maupun suspek sampai saat ini,” jelasnya.


