JAKARTA, HOLOPIS.COM – Pemerintah meyayangkan sikap masyarakat yang mulai abai pada penerapan protokol kesehatan ketika kasus positif harian Covid-19 sudah mengalami penurunan signifikan.
Disampaikan Koordinator PPKM Jawa Bali Luhut Binsar Pandjaitan, banyak tempat wisata yang sudah mulai melanggar aturan penerapan protokol kesehatan di masa PPKM masih berlangsung.
“Di beberapa wilayah terjadi peningkatan mobilitas yang cukup masif. Utamanya terjadi di beberapa lokasi wisata seperti Pantai Pangandaran yang dipenuhi pengunjung dari Bandung Raya, Tasikmalaya dan jabotabek sehingga berpotensi untuk terjadi penyebaran kasus impor bagi daerah tersebut,” ungkap Luhut, Senin (13/9).
“Hal tersebut diperparah karena lemahnya protokol kesehatan yang diterapkan jadi masih banyak dilanggar,” imbuhnya.
Selain wisata, Luhut juga menyoroti peningkatan kapasitas hotel di Pangandaran yang dianggap sudah mulai melanggar aturan PPKM. Dia pun mendesak kepala daerah setempat untuk berani melakukan tindakan tegas terhadap pelaku usaha yang mulai abai aturan pemerintah.
“Tingkat okupansi hotel di kawasan wisata Pangandaran mendekati penuh dan hal ini berlawanan dengan ketentuan ketentuan yang mengatur terkait kapasitas hotel yang diperbolehkan. Untuk itu pemerintah pusat terus mendorong agar pemerintah daerah memahami dan mengawasi kondisi ini dan melakukan tindakan tegas terhadap segala bentuk pengabaian peraturan PPKM ini,” tegasnya.
Tak hanya di Bali, Luhut juga melihat ada sedikit celah kenaikan kasus positif Covid 19 jika tidak dijaga. Padahal, di satu sisi dirinya mengapresiasi tingkat kepatuhan penggunaan warga yang ada di Bali untuk penggunaan masker terbilang tinggi.
“Saya ingin sampaikan di Bali orang pakai masker udah bagus lebih 95 persen, tetapi mohon maaf masih ada perayaan agama yang berlebihan hendaknya dikontrol lah supaya pesertanya jangan terlalu banyak yang bisa nanti menimbulkan klaster terbaru,” ungkapnya.

