Wow! Mesir Temukan Situs Berusia 2.500 Tahun, Ungkap Jejak Raja-Raja Kuno

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Mesir kembali mencatat penemuan arkeologi penting setelah tim arkeolog menemukan sejumlah peninggalan berusia sekitar 2.500 tahun di Kuil Al-Qasr Al-Qadim (Istana Tua) yang berada di Oasis Bahariya, Gurun Barat Mesir.

Penemuan tersebut diumumkan Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir pada Jumat (19/6). Situs yang ditemukan berasal dari masa Dinasti ke-26, yang berkuasa sekitar 664 hingga 525 sebelum Masehi.

Dikutip Holopis.com, Minggu (21/6), dalam keterangannya, kementerian menyebut misi arkeologi Mesir dari Dewan Tertinggi Kepurbakalaan Mesir (Supreme Council of Antiquities atau SCA) berhasil menemukan sisa-sisa ruangan yang dibangun menggunakan batu pasir, balok-balok batu bertulis, serta berbagai artefak bersejarah lainnya.

Salah satu temuan paling penting adalah balok batu yang memuat nama dan gelar Raja Psamtik I, salah satu penguasa terkenal dari Dinasti ke-26.

Sekretaris Jenderal SCA, Hisham Elleithy, mengatakan penemuan tersebut memberikan bukti baru mengenai pentingnya Kuil Al-Qasr Al-Qadim sebagai pusat keagamaan dan administrasi pada masa Mesir kuno.

Menurutnya, temuan itu juga memperkuat dugaan bahwa kawasan tersebut memainkan peran penting dalam berbagai periode sejarah Mesir.

Sementara itu, Kepala Sektor Kepurbakalaan Mesir SCA, Mohamed Abdel-Badie, mengungkapkan bahwa tim arkeologi turut menemukan aula hipostil utama kuil yang ditopang oleh 16 kolom batu pasir.

Selain aula utama, ditemukan pula sejumlah ruangan dan tempat suci yang mengelilingi area kuil, lengkap dengan teks hieroglif yang menyebut nama beberapa dewa penting dalam kepercayaan Mesir kuno, seperti Amun-Ra, Amunet, dan Khonsu.

Abdel-Badie menjelaskan pembangunan aula tersebut dimulai pada masa pemerintahan Raja Psamtik I dan kemudian diselesaikan oleh Raja Wahibre (Apries) serta Ahmose II (Amasis).

Tak hanya itu, para arkeolog juga menemukan sebuah stela batu yang berasal dari masa pemerintahan Raja Amenhotep II dari Dinasti ke-18. Temuan tersebut dinilai penting karena menunjukkan bahwa Oasis Bahariya telah memiliki hubungan erat dengan negara Mesir sejak era Kerajaan Baru.

Tim peneliti juga menemukan artefak yang berasal dari masa pemerintahan Raja Ramesses II. Penemuan ini mengindikasikan bahwa aktivitas keagamaan dan kehidupan perkotaan telah berlangsung di kawasan tersebut jauh sebelum masa Dinasti ke-26.

Para ahli berharap temuan terbaru ini dapat membantu mengungkap lebih banyak informasi mengenai sejarah Oasis Bahariya serta peran strategisnya dalam perkembangan peradaban Mesir kuno.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Darin Brenda Iskarina

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU